LENSAINDONESIA.COM: Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum memberikan kuliah umum tentang ‘Maritime Security’ kepada mahasiswa Program Studi Ketahanan Nasional Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada Yogyakata.
Uniknya, kuliah umum ini dilakukan di atas KRI Makassar–590 yang sedang sandar di dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Kamis (12/12/2013).
Baca juga: KRI Diponegoro tiba, keluarga pun menangis bahagia dan Apel gabungan Koarmatim menjelang peringatan hari Armada 2013
Pada kesempatan itu, Agung Pramono mengangkat materi kuliah tentang kebijakan strategis penegakan hukum di laut dan pengamanan perairan yurisdiksi nasional Indonesia wilayah timur dihadapkan dengan masalah maritime security.
Sebanyak 36 mahasiswa mengikuti kuliah umum tersebut dengan didampingi dosen pendamping Dr. Armaidy Arwani. Selain itu, seluruh perwira Koarmatim yang menyandang gelar strata S2 (Magister) juga turut hadir dalam acara tersebut.
Ada sembilan poin yang disampaikan Pangarmatim pada kuliah umum itu. Di antaranya masalah–masalah keamanan maritime multilateral atau internasional, permasalahan maritime security dari segi geopolitik, persepsi TNI AL tentang keamanan laut, fungsi laut bagi bangsa Indonesia, sumber daya alam Indonesia, wilayah yurisdiksi nasional dan di luar yurisdiksi nasional, serta tugas TNI AL menurut UU nomor 34 Tahun 2004 pasal 9.
Dalam kuliahnya, Agung Pramono menyatakan, pengamanan perairan yurisdiksi Indonesia oleh Koarmatim dilaksanakan secara terus-menerus selama 24 jam melalui operasi maritime strategy atau kehadiran di laut berdasarkan analisa intelijen dan dalam kondisi khusus/darurat.
“Mengapa laut Indonesia harus dijaga atau diamankan? Karena laut merupakan warisan bersama umat manusia atau common heritage of mankind,” tandas Agung Pramono.
Lebih lanjut Pangarmatim menyatakan, laut dinyatakan aman apabila laut bebas dari ancaman kekerasan. Beberapa ancaman laut ialah ancaman militer, pembajakan, perompakan, sabotase obvitnas, ranjau dan teror.
Selain itu juga bebas dari ancaman bahaya navigasi, bebas dari ancaman sumber daya laut seperti pencemaran, perusakan ekosistem, over exploration dan over exploitation dan bebas dari ancaman pelanggaran hukum semacam illegal fishing, illegal logging, illegal migrant dan penyelindupan.
Nuansa maritim terasa dalam kuliah umum tersebut. Tidak saja karena materi kuliahnya tentang kemaritiman, namun tempat pelaksanaan yang berada di kapal perang dan dekat dengan laut membuat para mahasiswa lebih bersemangat.
Usai menerima kuliah dari orang nomor satu di jajaran Koarmatim, para mahasiswa melihat-lihat perlengkapan dan armament (persenjataan) yang dimiliki kapal perang buatan Korea Selatan tersebut.
KRI Makassar-590 merupakan kapal perang jenis LPD (Landing Platform Dock) buatan Daesun Shipbuildings & Engineering CO. Ltd, Korea Selatan. Saat ini dikomandani Letkol Laut (P) Kuntho Tjajono.
Kapal ini memiliki panjang 122 meter, lebar 22 meter tinggi keseluruhan 35 m dapat mengangkut sekitar 618 personel termasuk awak kapal, 22 ranpur/rantis, 15 Truk dan 3 helikopter. Kapal berdisplacement 7.600 ton itu, juga dilengkapi dengan landasan pendaratan helikopter (helipad). Sedangkan armament yang dimiliki antara lain meriam 40 mm bofors, Mitraliur 12,7 mm dan rudal anti udara jarak pendek Mistral.@licom
from Portal Berita Indonesia - lensaINDONESIA.com http://www.lensaindonesia.com/2013/12/12/pangarmatim-agung-pramono-sampaikan-kuliah-umum-di-atas-kapal-perang.html
via IFTTT






0 comments:
Post a Comment