Thursday, 12 December 2013

Perbankan Jawa Timur meroket, total aset tembus Rp 401 triliun


LENSAINDONESIA.COM: Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika terus melemah, ternyata tak demikian berpengarung pada perbankan di Jawa Timur.


Bahkan, pertumbuhan kinerja perbankan di Jawa Timur terus meroket. Kredit masih tumbuh positif dan disalurkan pada sektor-sektor produktif dengan total aset Bank Umum di Jawa Timur posisi Oktober 2013 yang tumbuh 15,44% atau sebesar Rp 401 triliun.


Baca juga: BPR tak bisa jalankan sistem pelaporan kinerja terbaru dari BI dan Daya konsumsi tinggi dan dukungan perbankan berdampak ke Pilkada Jatim


Penyaluran kredit oleh bank umum di Jawa Timur tumbuh sekitar 25,29% dengan baki debet mencapai Rp 285,49 triliun dan NPL 2,07%. Sementara itu, LDR hingga saat ini mencapai 91,45%.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV, Dwi Pranoto mengatakan, portofolio kredit perbankan disalurkan dalam proporsi yang ideal dengan didominasi oleh penyaluran kredit di sektor produktif (modal kerja dan investasi) dengan share 72,92%, dan selebihnya disalurkan untuk kredit konsumsi (27,08%).


“Ketiga jenis kredit tersebut masih tumbuh di level yang cukup tinggi. Masing-masing sebesar 25,51 persen, 33,56 persen dan 20,76 persen dengan NPL yang cukup terjaga di kisaran 2 persen,” kata Dwi Pranoto saat berbincang dengan LICOM, kemarin.


Dwi Pranoto menambahkan, saat ini perkembangan potensi UMKM di Jatim yang cukup besar tidak terlepas dari dukungan kredit perbankan yang terus meningkat.


Penyaluran kredit UMKM secara umum tumbuh stabil dari 24,86% (Sept) menjadi 24,34% (Rp.80,38 triliun) dengan proporsi 28,16% dari total kredit secara umum.


Sementara itu, kualitas kredit UMKM juga cukup baik dengan NPL sebesar 3,57%. Secara sektoral, penyaluran kredit UMKM di Jatim paling besar dialokasikan pada sektor Industri pengolahan (29,20%) dan sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR) sebesar 25,55%.


Tidak hanya itu saja, Kinerja Bank Syariah di Jawa Timur juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi namun dengan tren melambat. Total aset Bank Syariah di Jawa Timur posisi Oktober 2013 adalah sebesar Rp 19,92 triliun, atau tumbuh 36,03% (yoy).


Fungsi intermediasi bank syariah yang tercermin dari Finance to Deposit Ratio (FDR) menunjukkan kondisi yang cukup baik dengan angka FDR 97,11%, dengan didukung risiko kredit rendah di level 2,79%. Sementara itu, penyaluran pembiayaan oleh Bank Syariah di Jatim s.d Oktober 2013 tercatat sebesar Rp 14,12 triliun, atau tumbuh 27,76% (yoy).


“Pembiayaan didominasi oleh pembiayaan produktif yaitu modal kerja dan investasi dengan proporsi mencapai 62,68% (Rp 8,84 triliun), sementara itu share kredit konsumsi 37,32% (Rp 5,27 triliun),” tutup Dwi Pranoto.@dony


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



from Portal Berita Indonesia - lensaINDONESIA.com http://www.lensaindonesia.com/2013/12/12/perbankan-jawa-timur-meroket-total-aset-tembus-rp-401-triliun.html

0 comments:

Post a Comment