LENSAINDONESIA.COM: Erdian Aji Prihartanto atau yang karib disapa Anji, mantan vokalis Drive mengungkapkan jika tahun 2014 ini merupakan tahun yang tidak berpihak pada musik Indonesia.
Pernyataan Anji ini didukung dengan fakta bahwa tayangan televisi yang menjadi ruang utama terbesar penyebaran musik Indonesia ternyata jarang menampilkan musik, kecuali musik spesial.
Baca juga: Album Seleksi Hitz Geisha dijual lewat Resto dan Duo Maia luncurkan album baru terinspirasi dari Al-Quran
“Semakin sedikit. Terus-terang TV memang tidak sedang berpihak pada musik Indonesia. Aku bisa bilang kayak gitu alasannya karena lihat saja acara musik di TV, hampir tidak ada kecuali acara musik spesial. Sekarang lebih banyak variety show,” ungkap Anji saat berbincang dengan LICOM melalui sambungan telpon, kemarin.
Walaupun begitu, Anji masih optimis dengan perkembangan musik Indonesia. Sebab, masih ada beberapa ruang lain seperti radio yang bisa dijadikan saluran bagi musik Indonesia.
Anji pun mengaku berterima kasih kepada teman-teman radio yang masih sangat mendukung musik Indonesia. Anji juga mengaku perkembangan industri musik Indonesia saat ini lebih mengarah pada joget dan dangdut.
“Untuk perkembangan sendiri, kalau sekarang arahnya lebih banyak joget dan dangdut. Gak salah, karena masih banyak orang yang bahagia kok nontonnya. Jadi memang gak bisa disalahkan, cuma kuantitasnya terlalu banyak. Harusnya porsinya lebih oke jika musik-musik yang lain masih bisa difasilitasi,” kata Anji.
Sedangkan untuk ekspektasi ke depan, Anji berharap media lebih memfasilitasi berbagai genre musik Indonesia supaya lebih eksis.
“Ekspektasi gua lebih ke media, lebih memfasilitasi musik dengan berbagai genre supaya bisa lebih eksis di industri musik ini. Karena banyak talent-talent Indonesia yang keren-keren banget tapi gak difasilitasi,” tutup anji.@hendra
sumber : 2014, tahun suram bagi musik Indonesia






0 comments:
Post a Comment