LENSAINDONESIA.COM: Dugaan adanya motif selain perampasan motor dibalik pembunuhan Ponco Hendra Yulianto, pengendara Yamaha Vixion, yang tewas disabet parang tiga pria misterius di Jl Banyuurip, Jumat (10/1/2014) lalu, makin menguat.
Pihak keluarga korban yakin ada motif lain di balik kasus pembunuhan sadis di Jl Banyuurip itu, tak hanya sekedar kasus perampasan motor yang selama ini diduga polisi.
Baca juga: Pelaku pembunuh pengendara Yamaha Vixion diduga simpan dendam lama dan Kapolsek Sawahan bantah motif pembunuhan Banyuurip akibat salah paham
Ani Kusmiati (31) istri korban yang langsung pulang dari Taiwan begitu mendengar kabar suaminya dibunuh secara sadis, mengaku sangat syok. Kepada wartawan LICOM, TKW ini menuturkan keyakinannya bahwa suaminya terbunuh bukan hanya-gara-gara para pelaku ingin merampas motor korban.
“Dulu sewaktu kami masih pacaran kira-kira tahun 2007, suami saya pernah mendapat ancaman dari mantan bosnya baik melalui telpon maupun SMS yang bunyinya. “Aawas suatu saat kamu pasti modar (mati mengenaskan),” terang Ani menirukan ancaman saat itu.
Namun Ani sendiri mengaku tak bisa memastikan apakah SMS dan telpon dari orang yang dikenal suaminya itu berkaitan dengan pembunuhan sadis itu. “Entah ada nggak keterkaitan SMS ancaman itu saya tidak tahu. Tapi saya sangat yakin ini bukan kasus perampasan motor biasa. Saya harap bapak-bapak polisi bisa segera menangkap pelakunya sehingga alasan pembunuhan sadis itu bisa diketahui,” sambung TKW yang punya satu anak hasil pernikahannya dengan korban.
Kapolsek Sawahan Kompol Manang Soebekti, saat dikonfimasi mengenai adanya motif lain seperti yang diutarakan keluarga korban mengaku pihak Kepolisian hingga saat ini masih belum berani menyimpulkan karena anggota di lapangan diback-up Resmob Polrestabes Surabaya masih terus mengumpulkan saksi dan bukti-bukti.
“Sampai saat ini kami sudah memeriksa empat saksi yang ada di TKP, keluarga dan teman kerja korban. Keterangan sementara memang masih seputar motif perampasan murni. Tapi bisa jadi ada hal lain, itu masih kami selidiki,” terang Manang.
Menurut Kompol Manang Soebekti, hingga kini polisi masih melakukan pendalaman penyelidikan dengan melacal komunikasi dari Hp korban. “Kami masih memeriksa SMS, panggilan masuk dan keluar dari HP korban untuk membantu kami melacak kasus pembunuhan ini,” lanjutnya.
Seperti diberitakan LICOM, Ponco Hendra Yulianto (37) warga Jl Simomulyo VIIF/15, tewas mengenaskan setelah bahu kiri dan lehernya dibacok tiga pria tak dikenal, Jumat (10/1/2014) dinihari WIB.
Informasi yang dihimpun LICOM, saat itu sekitar pukul 03.45 WIB, korban mengendarai Yamaha Vixion hitam L 5021 ZF melintas di Jl Banyuurip Kidul IV, usai dari arah lokalisasi Jarak. Mendadak dari belakang muncul tiga orang mengendarai dua motor Suzuki Satria dan langsung memepet laju motornya.
Sempat terjadi percekcokan sebelum salah satu pelaku mengayunkan parangnya ke bahu kiri dan leher korban. Mendapat serangan tiba tiba, korban langsung berteriak minta tolong sehingga memancing perhatian warga sekitar. Namun korban yang berupaya meloloskan diri dari para pelaku akhirnya tersungkur 50 meter. Sedangkan para pelaku langsung kabur begitu melihat warga mulai berdatangan. @rofik
sumber : Ada motif lain dibalik pembunuhan pengendara Yamaha Vixion






0 comments:
Post a Comment