Sunday, 19 January 2014

Banjir di tahun politik macetkan ekonomi dan pemerintahan


LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Saleh Husin menyatakan, banjir yang melanda Ibukota Jakarta membuat ditribusi logistik menjadi terhambat. Sehingga berakibat pada macetnya pergerakan ekonomi.


“Untuk itu, pemerintah harus fokus, bersatu dan tidak jalan sendiri dalam penanganan masalah ini. Tidak bisa tidak. Karena ini sudah menjadi masalah serius. Tentu Presiden SBY sebagai kepala pemerintahan harus turun tangan mengkoordinir para menterinya untuk menyelesaikan akar masalah yang sebenarnya,” kata Saleh Husin kepada LICOM di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/01/2014).


Baca juga: PMI Jakarta Timur distribusikan 31.000 nasi box bagi korban banjir dan Hindari banjir, Warga Gading Griya pindahkan mobil ke Ruko


Politisi Partai Hanura ini juga menyayangkan sikap Presiden SBY yang melakukan kunjungan kerja Bali dalam situasi banjir Ibukota. Bahkan, Presiden SBY dituding tidak peka.


“Sebaiknya beliau (SBY) tidak perlu harus ke Bali, sehingga terkesan beliau tidak terlalu peka atas banjir yang terjadi di Jakarta,” tegas Saleh Husin.


Sikap tidak peka SBY ini juga dinilai sebagai bukti kian tidak efektifnya pemerintahan di sisa waktu yang ada. “SBY saja kasih contoh duluin urusan partai daripada masyarakat, apalagi menteri-menternya yang jadi Ketum partai,” sentil Saleh Husin.


Saleh Husin juga mengatakan, di tahun politik seperti saat ini akan semakin membuat pemerintahan tidak berjalan efektif. “Para menteri kan juga sibuk menjadi Caleg,” papar Saleh Husin.@endang


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : Banjir di tahun politik macetkan ekonomi dan pemerintahan

0 comments:

Post a Comment