Monday, 20 January 2014

BASRI saring bakat sepakbola mulai dari pelosok desa


LENSAINDONESIA.COM: Indonesia telah sejak lama dikenal sebagai negara yang penduduknya memiliki kecintaan luar biasa terhadap olahraga khususnya sepakbola. Namun, sejak kemunculannya di Piala Dunia pada tahun 1938, Indonesia hingga kini tidak pernah lagi menunjukan tanda-tanda untuk kembali ikut meramaikan perhelatan sepakbola empat tahunan tersebut. Padahal, dengan jumlah penduduk yang lebih dari 250 juta jiwa, Indonesia harusnya tidak akan kesulitan mengumpulkan 22 bakat istimewa untuk membawa nama besar Garuda kembali berkiprah di ajang Piala Dunia.


Untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya diperlukan keseriusan dari seluruh stake holder sepakbola di Indonesia dalam melakukan penjaringan bakat-bakat luar biasa yang hingga saat ini masih tersebar di pelosok nusantara. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI) memutuskan untuk menggelar Liga Desa Indonesia (LIDI) yang diharapkan bisa menyerap seluruh potensi istimewa yang hingga kini masih juga belum bisa terjamah.


Baca juga: Mantan pemain timnas hibur masyarakat Majalengka dan Tak terima dijatuhi sanksi, Manajer Persemi Sarmi satroni kantor PSSI


“Di desa sebenarnya banyak sekali pesepakbola berbakat namun kurang terdengar namanya. LIDI diharapkan mampu memunculkan para pesepak bola dengan bakat luar biasa,” kata Eddy Sofyan, Ketua Umum BASRI.


LIDI sendiri telah dibuka di Majalengka pada Sabtu (18/01/14) dengan menyajikan bentrok Tim Pangaden kontra Weragati di Lapangan Weragati, Majalengka. Menurut Eddy, pada Januari sampai Maret akan dipertandingkan kategori senior, sedangkan untuk kategori junior yaitu usia di bawah 17 tahun akan digelar mulai bulan Februari hingga Agustus.


Sedangkan untuk kategori dibawah 12 tahun, BASRI akan menggelar ‘Sunday Competition’ yang nantinya akan dilangsungkan disemua alun-alun Kota Madya diseluruh Indonesia.


Menurut Eddy, hal ini diharapkan bisa membantu PSSI untuk menjaring bakat luar biasa yang selama ini masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.


“Kami tidak ingin muluk-muluk, setidaknya ada 11 pemain dari LIDI yang nantinya bisa kami serahkan kepada PSSI untuk kemudian dimanfaatkan sebagai pemain di tingkat profesional. Dengan begitu, bakat-bakat yang saat ini tersembunyi di seluruh pelosok nusantara juga punya kesempatan yang sama dengan pemain lainnya yang berada di kota-kota besar di Indonesia,” pungkas Eddy. @muhammadrusjdi


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : BASRI saring bakat sepakbola mulai dari pelosok desa

0 comments:

Post a Comment