LENSAINDONESIA.COM: Gelontoran dana Rp 22 miliar bagi Persebaya nampaknya bakal menjadi sia-sia setelah gagal merengkuh trofi dalam dua turnamen pemanasan jelang kompetisi ISL digulirkan.
Padahal, pemain Persebaya yang ada saat ini kualitsnya di atas rata-rata. Selain itu kehadiran sosok pelatih Rahmad Darmawan yang notabene mantan pelatih Timnas U-23, juga bisa dibilang sebagai jaminan permainan Persebaya bakal moncer. Namun apa daya, setelah takluk lawan Arema Cronous 1-0 dalam Final Piala Gubernur Jatim, Persebaya justru tampil lembek dan akhirnya gagal total dan tak lolos babak penyisihan Inter Island Cup setelah tumbang dari Persik Kediri yang punya materi pemain pas-pasan.
Baca juga: Persebaya segera gelar TC antisipasi lemahnya fisik dan Persik Kediri sukses pecundangi skuad hebat Persebaya
Kegagalan ini seolah menghidupkan alarm kuning di Persebaya. Namun meskipun begitu, Rahmad Darmawan tak ingin pemain Persebaya terus terpuruk. Apalagi kompetisi sesungguhnya, yakni Indonesia Super League (ISL) segera dimulai awal Februari mendatang. “Kami harus segera bangkit,” ucapnya singkat.
Apa yang disampaikan Rahmad Darmawan juga diamini Direktur Utama PT Mitra Muda Inti Berlian, Diar Kusuma Putra. Menurut Diar, Persebaya harus terlecut setelah gagal di Inter Island Cup 2014. “Lupakan kegagalan. Pemain harus segera bangkit. Benahi segala kekurangan lalu bersemangat raih target juara ISL,” pungkasnya. @angga_perkasa
sumber : Digelontor Rp 22 miliar, Persebaya masih `lembek`






0 comments:
Post a Comment