Tuesday, 21 January 2014

JAT tuding penangkapan teroris Surabaya hasil rekayasa Densus 88


LENSAINDONESIA.COM: Penangkapan dua terduga teroris di Surabaya, Senin (20/1/2014) malam merupakan rekayasa Densus 88 Anti Teror dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Hal ini dikatakan Zulkarnaen, Juru Bicara Jamaah Anshori Tauhid (JAT) Jawa Timur.


“Memang benar kedua pelaku yaitu Abdul Madjid (M) dan Ahmad Robi (R) yang ditangkap kemarin adalah jamaah kami. Tapi kami tidak yakin mereka terlibat teroris karena mereka ini masih belajar ngaji dan baru keluar dari dunia hitam,” jelasnya saat dihubungi LICOM via telepon seluler, Selasa (21/1/2014).


Baca juga: Dua terduga teroris masih jalani pemeriksaan di Surabaya dan Salah satu teroris Surabaya dikenal sangat gemar berjudi


Upaya penangkapan itu, tak lain merupakan hasil operasi intelijen pihak Densus 88 Anti Teror. “Bisa saja itu terjadi karena mereka kena intelijen dan dicuci otaknya untuk mensukseskan program radikalisasi dan deradikalisasi,” cetusnya.


Dia juga menilai, ada kejanggalan saat penangkapan tersebut. Sebab untuk menangkap keduanya dibutuhkan waktu 4 jam lamanya. “Bayangkan saja saat penangkapan didalam kampung disterilkan dan diluar juga disterilkan. Bisa saja saat itu mereka dicuci otaknya oleh intelijen. Seharusnya kan mudah saja untuk menangkap mereka,” imbuh Zulkarnaen.


Disinggung terkait barang bukti berupa rangkaian bom berbentuk `switching` dan tabung dalam penggerebekan di rumah kontrakan terduga teroris di Jl Tanah Merah Sayur I Surabaya, pihaknya menduga itu merupakan rekayasa pihak Densus 88 untuk mengaitkan teroris dengan keberadaan jamaah dari Ustadz Abu Bakar Baasyir.


“Mereka ingin mengeluarkan opini kalau kelompok Abu Bakar Baasyir benar-benar kelompok teroris. Padahal selama ini kami justru menyadarkan mereka tentang Islam sesungguhnya,” tukasnya.@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : JAT tuding penangkapan teroris Surabaya hasil rekayasa Densus 88

0 comments:

Post a Comment