LENSAINDONESIA.COM: Menjelang perayaan tahun baru Cina atau biasa disebut Imlek, penjualan “Bambu Rejeki”, kian laris. Tanaman yang dipercaya warga Tionghoa membawa berkah ini, diserbu konsumen.
Kerumunan pembeli itu dapat dilihat di Toko Berkah, penjual pernik-pernik Imlek, di Taman Kayoon. namun yang paling bayak dibeli tetap Bambau Rejeki.
Baca juga: Tahun baru Imlek, Grand Hyatt Jakarta sajikan beragam acara ciamik dan Alhamdulillah, di Indonesia makin banyak orang Tionghoa yang Islam
Tanaman yang bernama latin dacraena sanderiana ini tak hanya memiliki bentuk elok. Namun, jika piawai merangkainya, tanaman ini dipercaya oleh sebagian warga Tionghoa mampu merubah keberuntungan, ketika menjadi bagian penghias ruangan saat Imlek tiba.
Pemilik toko yang mengaku selalu menyediakan Bambu Rejeki selama 10 tahun terakhir ini, kuwalahan memenuhi permintaan konsumen, terutama perkantoran yang biasa membeli dalam jumlah besar. Hal itu karena proses merangkai Bambu Rejeki ini memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar dua bulan pembuatannya.
Selain itu, Jenis tanaman ini harsu ditadatngkan dari Sukabumi, Jawa barat. Jumlahnya pun tyerbatas, sehingga tidak semua pesanan dapat dilayani.
Bambu mungil yang memiliki ukuran rata-rata 30 cm hingga satu meter ini di bandrol dengan harga sekitar Rp 50 ribu sampai dengan Rp 500 ribu. Tergantung ukuran dan bentuk rangkaian.
Slamet Subandi, penjual Bambu Rejeki mengatakan, selama beberapa hari terakhir menjelang Imlek ini, dirinya mampu meraup keuntungan yang berlipat ganda dibanding hari-hari biasa.
“Ya lumayanlah, soalnya ini (Bambu Rejeki) banyak dijual disupermarket, dari situ pesanan terbanyak. Soalnya yang punya supermarket orang cina, setiap tahun saya jualan karena yang di cari itu Bambu Rejeki Jeruk. Ada sekitar 400 pot kecil dan 200 pot besar, paling besok ini juga sudah habis,” jelasnya kepada LICOM. Selasa (14/1/2013)
Tak hanya bagi warga Tionghoa, sebagian warga pribumi juga ikut berburu Bambu Rejeki, ketika Imlek tiba dan berharap memperoleh keberuntungan dengan menaruh bambu ini di salah satu sudut ruang kerja atau ruang tamu.
Masrudin, salah seorang pembeli, mengaku percaya berkah tanaman ini. “Saya beli bambu rejeki ini, katanya sih untuk menggait rejeki dan belinya cuma pas menjelang imlek saja. Saya beli setiap tahun, untuk di kantor, harga Rp 50 ribu,” tandasnya.
Sekadar diketahui, tak hanya Bambu Rejeki yang ramai diminati, tanaman khas Imlek lainnya adalah Jeruk Manado. Biasanya dipergunakan untuk keperluan beribadah di Klenteng.@dony
sumber : Jelang Imlek, saatnya warga Tionghoa berburu ‘Bambu Rejeki’






0 comments:
Post a Comment