Wednesday, 22 January 2014

Kepercayaan Presiden SBY pada sihir jadi perbincangan media asing


LENSAINDONESIA.COM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi perbincangan di media internasional. Sayangnya, pemberitaan media asing ini mengambil sisi kepercayaan SBY pada sihir.


The Washington Post menulis di bawah judul ‘Presiden Indonesia berkata dia percaya pada sihir’. Tulisan ini didasarkan pada pengakuan Presiden SBY yang dituangkan dalam buku barunya berjudul ‘Selalu Ada Jalan’.


Baca juga: Tantowi Yahya sarankan SBY pakai tangan besi atasi bencana banjir dan Indonesia dilanda banjir utang, tiap penduduk terbebani Rp 8,9 juta


Presiden SBY mengungkapkan kepercayaannya pada sihir dalam tulisannya di halaman 900. “Tiba-tiba, istri saya berteriak. Ada awan tebal gelap di bawah langit-langit, mencoba masuk kamar saya. Lalu saya meminta semua orang untuk berdoa meminta pertolongan pada Allah. Saya tutup pintu kamar namun pintu yang lain terbuka lebar. Awan itu akhirnya bergulir keluar dari rumah saya,” salah satu kutipan yang diambil Washington Post dari buku Presiden SBY.


Pemberitaan ini juga menempatkan Presiden SBY sebagai pemimpin Indonesia pertama yang secara terang-terangan mengaku percaya pada sihir.


Kepercayaan Presiden SBY ini kemudian disandingkan dengan kepercayaan agama Islam yang melarang sihir. Meski, praktik sihir di Indonesia masih saja banyak ditemui.


Berdasarkan survei Pew Forum pada 2012 disebutkan, 69 persen Muslim Indonesia percaya ilmu sihir adalah nyata. “Banyak orang di Indonesia, termasuk pemimpin tertinggi, pergi ke peramal untuk berkonsultasi tentang karir mereka, kekayaan dan pernikahan,” kata Endy Bayuni, editor senior di The Jakarta Post.


Namun, Endy Bayuni mengakui jika di Indonesia belum pernah ada seorang pemimpin, apalagi sekelas presiden yang berbagi informasi kepercayaan soal sihir ke publik.


Endy Bayuni juga mengatakan, Presiden SBY tinggal di kediaman pribadinya di Cikeas dan bukan di istana kepresidenan di Jakarta yang dianggap angker.


Hanya dua presiden, Sukarno dari 1945-1965 dan Abdurrahman Wahid pada tahun 1999-2001 yang menjadikan istana sebagai tempat tinggal mereka.


Bahkan, Presiden SBY juga dikabarkan tidak menghadiri pertemuan dengan Amerika Serikat dan PBB di New York pada September 2010 karena adanya rumor sihir yang merajalela di istana.


Semasa pemerintahan Presiden SBY juga dilakukan amandemen KUHP dengan menambahkan klausul yang menyatakan menggunakan ilmu hitam untuk menyebabkan “penyakit seseorang, kematian, mental atau penderitaan fisik” adalah suatu pelanggaran dengan hukuman hingga lima tahun penjara atau dengan Rp 300 juta rupiah.@licom/twp


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : Kepercayaan Presiden SBY pada sihir jadi perbincangan media asing

0 comments:

Post a Comment