LENSAINDONESIA.COM: Kabar yang meresahkan warga mengenai turunnya ratusan kera penghuni Gunung Pringgitan yang menyerang tanaman milik petani di Dukuh, Desa Broto, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo mendapatkan perhatian Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Ponorogo – Pacitan. Kepala BKSDA Seksi II Bojonegoro Resort Ponorogo- Pacitan, Nyomo, datang untuk melakukan monitoring di lokasi bersama beberapa orang anggotanya, Kamis (23/01/2014).
Para petugas BKSDA ini berkeliling, untuk mengetahui seberapa parah kerusakan akibat serangan kera abu-abu ekor panjang (Macaca fascicularis) tersebut. Diduga, ratusan kera turun ke ladang-ladang warga dan memakan tanaman petani lantaran persediaan makanan yang berada di Gunung Pringgitan sudah habis.
Baca juga: Daun puring berlafadz Allah gegerkan warga Ponorogo dan Belum genap 3 bulan dibangun, talut di Ponorogo sudah ambrol
“Hari ini kita datang untuk melakukan monitoring dan akan kita lakukan minimal selama sepekan kedepan. Kemungkinan besar, kera-kera ini turun karena persediaan makanannya di atas sana memang sudah habis,” jelasnya ditemui di lokasi.
Diterangkan Nyomo, selain karena sedang tidak musim buah, pergantian jenis tanaman di hutan Pringgitan yang daun muda (pupus) nya menjadi makanan kera, membuat kera tidak mau makan tanaman hutan dan lebih memilih makan tanaman milik warga. “Ada pergantian jenis tanaman yang ditanam masyarakat di hutan. Makanya, kami imbau, selain demi kebutuhan, warga juga harus mempertimbangkan menanam tanaman yang daun-daunnya disukai kera. Supaya mereka tidak turun dan makan di kebun,” tandasnya.
Berdasarkan pantauan LICOM, sebagian besar tanaman yang ada di hutan Pringgitan berasal dari jenis Alba. Tanaman yang bukan jenis pohon berbuah, serta daun muda atau pupusnya tidak disukai oleh kera.
Untuk sementara, upaya yang dilakukan para petani untuk meminimalisir serangan kera agar tidak menghabiskan tanaman jagung, kacang tanah dan ketela petani adalah dengan menunggui kebun dari pagi hingga sore hari. Bila gerombolan kera datang, warga langsung menghalaunya. “Wah mas, lengah sedikit aja sudah habis. Kami terpaksa harus menunggui kebun sampai sore,” aku seorang warga, Slamet. @arso**
sumber : Kera penghuni Gunung Pringgitan resahkan warga Ponorogo






0 comments:
Post a Comment