Monday, 13 January 2014

Peringatan Maulud Nabi Muhammad, pernah identik dengan topeng kertas


LENSAINDONESIA.COM: Peringatan Maulud Nabi Muhammad S.A.W yang jatuh tepat Selasa, 14 Januari 2014 besok. Namun ada tradisi yang hilang di Surabaya, yaitu topeng Mauludan.


Dulu, hari-hari menjelang Peringatan Maulud Nabi masyarakat sibuk melakukan persiapan penyambutan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Mulai dari pasar malam, sajian khas kuliner dan pernak-pernik seperti halnya topeng Maulud’an. Tradisi tersebut perlahan hilang dimakan peradaban.


Baca juga: Jalan Kembang Jepun dan Jemur Andayani, kawasan baru Car Free Day dan Bencana banjir, Pemkot Surabaya waspadai wilayah barat


Hal itu, dirasakan oleh Karmin (67) Perajin topeng Maulud’an asal Girilaya V 52A, Surabaya. Tahun 1970-1997 dirinya memproduksi topeng begitu banyak. Bahkan, tidak jarang pesanan dari luar Surabaya berdatangan.


“Saya mulai tahun 1970 sudah terjun untuk menekuni bisnis ini, sampai sekarang. Namun, saya mengakui pada saat itu saya memproduksi sangat banyak pada tahun tersebut. Mulai tahun 1997 mulai berkurang. Mungkin karena zaman sudah berubah,” paparnya saat ditemui LICOM di kediamannya, Senin (13/1/2014).


Pada awal tahun 1970 itu, dirinya tidak kerja sendiri, melainkan dibantu oleh 15 temannya dalam memroduksi dan memasarkan topeng. Dikatakan, setiap satu orang mampu menjual 50 topeng per hari. Karmin juga menceritakan, bahwa tradisi ini mulai ada dan berkembang pada tahun 1960.


Pada tahun 1984-1997 topeng hasil buatan bapak empat anak ini di distribusikan hingga ke Australia. bahkan pernah mendapat pesanan dari Philipina, namun gagal karena tak ada kecocokan harga.


Pada masa jayanya, harga topeng itu hanya di petok Rp 100 rupiah. Sekarang, untuk topeng setengah jadi (Belum dicat), harganya sudah mencapai Rp 8 ribu, sedang yang sudah jadi Rp 15-20 ribu.


Saat ini, topeng hasil buatan Karmin dijual keliling sampai Kota Semarang, Jepara, Solo, Demak, Rembang, dan daerah Jawa Tengah lainnya.


“Kalau di Surabaya, momment Maulid’an ini sangat sepi, beda dengan dulu, jadinya cuma bisa menerima pesanan saja,” ujar kakek yang memiliki enam cucu ini, sambil tersenyum.


Topeng-topeng ini dibuat dari kertas koran dan karton dengan campuran lem yang terbuat dari sagu (kanji). Proses pencetakkan sekitar kurang lebih 30 menit hingga satu jam, setelah itu dikeringkan dalam waktu tiga jam, lalu di warnai.@dony


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : Peringatan Maulud Nabi Muhammad, pernah identik dengan topeng kertas

0 comments:

Post a Comment