LENSAINDONESIA.COM: Meski pun PT Merpati terselamatkan dari “bangkrut” oleh adanya penandatanganan MOU bersama dua
investor, ternyata akan tetap menghadapi persoalan untuk mengoperasionalkan pesawatnya. Pasalnya, Pertamina siap “boikot” atau tidak mau suplai bahan bakar avtur, apabila Merpati tidak membayar secara tunai.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya mengatakan, “Kalau cash, saya buka di mana saja, termasuk untuk lima bandara yang sudah kita embargo,” tegas Hanung di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (21/1/14). Lima bandara yang distop total suplai avtur itu, antara lain Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Palembang.
Baca juga: Menteri kelayapan Dahlan, akhirnya selamatkan Merpati Airlines dan FPM: Proses pelepasan anak perusahaan Merpati Nusantara tak jelas
Diketahui, dari total utang PT Merpati Merpati Airlines Rp6,5 triliun, tunggakan utang untuk PT Pertamina Rp1,2 triliun. Jumlah ini merupakan pembelian avtur pesawat.
“Itu utang pokok plus bunga, plus denda,” ungkap Hanung.
Merpati selama ini utangnya ke Pertamina terus bertambah hingga Rp1,2 triliun. Diakui hanung, hal itu kebutuhan besar avtur seluruh pesawat Merpati terus berjalan, tapi pembayaran seret.
“Rata-rata tiap hari tekor, makanya utang naik terus. Per hari minusnya Rp 1 miliar-Rp 2 miliar. Konsumsinya
mencapai Rp 3 miliar per hari,” ungkap Hanung.
Pertamina sudah membuktikan dukungan saling support sesama perusahaan BUMN. Tapi, karena harus menanggung resiko cukup besar, sehingga suplai avtur tidak akan dilayani jika tidak bayar cash. @rina/yudisstira
sumber : Pertamina ancam “boikot” avtur Merpati kalau tidak bayar cash






0 comments:
Post a Comment