LENSAINDONESIA.COM: Hingga memasuki awal 2014, maskapai tertua di Indonesia, Merpati Airlines saat ini masih belum membayar hutang pembelian Avtur (bahan bakar pesawat) dari PT Pertamina (Persero) sebesar 1,2 triliun.
Hal itu diutarakan Vice President Corporate Communication PT Pertamina saat dikonfirmasi LICOM usai Diskusi Panel Ahli di Gedung PBNU, SElasa (14/1/2014). “Belum, sampai saat ini PT Merpati Airlines belum membayar hutangnya ke PT Pertamina,” cetusnya.
Baca juga: PT Pertamina produksi minyak mentah Saharan Crude di Aljazair dan Ironi harga LPG dan pembangunan Pertamina Energy Tower
Ali Mundakir juga mengeluhkan bahwa Badan Usaha Milik Negara yang sakit seperti PT Merpati Nusantara Airliness selalu dibebankan ke PT Pertamina dalam urusan hutangnya. “BUMN-BUMN yang sakit seperti PT Merpati Airlines selalu aja dibebankan Pertamina,” sambungnya.
Juru bicara resmi PT Pertamina ingin memberikan tenggat waktu kepada PT Merpati Airlines dalam membayar hutang avturnya. Namun sayangnya, hal itu belum bisa dilakukan hingga saat ini. “Kalau bisa kami sih inginnya seperti itu ada (tenggat waktu). Tapi belum bisa kami lakukan karena memang selama ini PT Pertamina selalu dibebani BUMN yang sakit,” tambahnya
Diketahui, total hutang PT Merpati Nusantara Airlines mencapai Rp 6,5 triliun. Rp 1,2 triliun diantaranya hutang kepada PT Pertamina untuk pembelian avtur pesawat. Penumpukan hutang itu karena konsumsi avtur yang masih besar dengan rata-rata perharinya mencapai Rp 2 miliar.
Saat ini, PT Pertamina hanya melayani pembelian avtur kepada PT Merpati Airlines dengan sistem tunai. “Kami hanya melayani pembelian avtur kepada PT Merpati secara cash. Kalau tak bayar cash, maka kami tak akan berikan avtur untuk mereka,” pungkasnya. @rina
sumber : PT Pertamina ancam PT Merpati Airlines






0 comments:
Post a Comment