Tuesday, 21 January 2014

Salah satu teroris Surabaya dikenal sangat gemar berjudi


LENSAINDONESIA.COM: Abdul Madjid, terduga teroris warga Jl Tanah Merah Sayur I/17, yang digerebek Densus 88 Antiteror, di rumahnya, Senin (20/1/2014) malam, ternyata dulunya sangat doyan berjudi.


Informasi yang berhasil dihimpun LICOM dari teman-teman sebayanya, dulu terduga teroris Abdul Madjid ini sangat gemar adu jangkrik dan merpati disertai taruhan uang. Karena itulah, sejumlah temannya kaget ketika mengetahui Abdul Madjib ditangkap Densus 88 Antiteror karena diduga teroris beserta barang bukti dua bom yang disimpan.


Baca juga: Polisi terus jaga ketat rumah terduga teroris Surabaya dan Terduga teroris Surabaya jaringan Poso


“Dulu dia gemar taruhan merpati dan adu jangkrik. Bahkan hampir setiap hari Minggu dia selalu ada di lokasi judi merpati di Jl Kalilom (dekat Jl Tanah Merah Sayur),” terang seorang pemuda.


Tak hanya doyan judi. Yang lebih menghebohkan, Abdul Madjid juga disebut-sebut adalah buronan polisi dalam kasus Narkoba jenis sabu-sabu. Nah, ketika menghilang dari kampung halamannya karena diburu polisi itulah diduga dia `salah pergaulan` sehingga akhirnya direkrut kelompok teroris.


“Dulu dia pernah lolos dari sergapan polisi yang menggerebek dalam kasus sabu-sabu. Terus kemudian dia lama menghilang bertahun-tahun. Pas balik ke rumahnya tahu-tahu sudah berjenggot dan punya usaha kirim telur puyuh dan gorengan daging kodok. Masak iya teroris yang kabarnya taat agama malah jualan daging kodok yang hukumnya makruh?,” ujar pemuda setempat lainnya dengan nada bingung.


Sayangnya hingga kini belum diperoleh informasi resmi dari kepolisian terkait status buronan Narkoba Abdul Madjid. Pasalnya peristiwa penggerebekan Narkoba itu sudah lama terjadi. “Mungkin kejadiannya sekitar tahun 2005 ke atas, sebelum tahun 2010,” sambung pemuda itu yang meminta namanya dirahasiakan. @Andiono


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : Salah satu teroris Surabaya dikenal sangat gemar berjudi

0 comments:

Post a Comment