LENSAINDONESIA.COM: Tidak dapat dipungkiri lagi, media massa telah mengambil peran sangat krusial dalam kelangsungan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. Salah satu peran yang telah diambil media adalah membentuk citra partai-partai politik (Parpol) peserta Pemilu
2014 di mata masyarakat/pemilih.
Sebuah hasil survei yang bertema “Potret Geliat Pemberitaan Partai Politik Sepanjang 2013-Menangkap Tren Tone Berita dan Elektabilitas” rilisan Pol-Tracking Institute, menunjukan fakta penting, bahwa pengaruh media massa terhadap sebuah Parpol atau pun tokoh-tokoh dalam Parpol, membawa dampak langsung terhadap pilihan politik masyarakat.
Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda mengatakan, survei ini dilakukan lembaganya untuk memberi pandangan kepada Parpol peserta Pemilu.
“Survei ini dimaksudkan supaya Parpol tahu (tren pemberitaan media). Dengan mengetahui trennya, Parpol diharapkan bisa berhati-hati dalam berperilaku,” ujar Yuda di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (14/1/2014).
Dalam data hasil survei yang merangkum fakta pada bulan Oktober 2013, (74%) menyatakan bahwa media mempengaruhi pilihan politik mereka, sementara sisanya, (8%) menyatakan tidak berpengaruh, dan (18%) menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.
Pada periode survei kedua, yakni bulan Desember 2013, data hasil survei menunjukan peningkatan pengaruh media terhadap pilihan politik masyarakat. Sebanyak (75%) responden menyatakan berpengaruh, sementara (8%) menyatakan tidak berpengaruh, dan (17%) tidak tahu/tidak menjawab.
Menelisik fakta lain, data hasil survei ini juga menunjukan, media juga memegang peranan sebagai sumber informasi publik terhadap Parpol.
Dalam data hasil survey periode Oktober 2013, menunjukan fakta bahwa, sebanyak (46,91%) responden menyatakan, menjadikan pemberitaan media massa sebagai sumber informasi mereka akan Parpol. Sementara (23,01%) menyatakan, iklan Parpol di media massa menjadi sumber informasi lain bagi masyarakat. Sementara itu, Sosialisasi tatap muka Parpol hanya menempati urutan kelima dengan (2,77%) suara responden, diikuti dengan ketokohan Parpol di peringkat enam dengan (1,78%) suara responden.
Pada periode survei selanjutnya, yakni bulan Desember 2013, posisinya masih tetap sama. Pemberitaan media massa masih jadi sumber informasi utama publik dalam melihat tindak-tanduk Parpol peserta Pemilu, bahkan terlihat peningkatan suara responden sebesar (0,5%), dari (46,91%) suara responden pada bulan Oktober, pada bulan Desember mengalami peningkatan menjadi (46,96%) suara responden.
Untuk informasi, survey dilakukan dalam dua periode, yakni pada 13 September 2013-11 Oktober 2013 untuk periode survey pertama, dan 16-23 Desember 2013 untuk periode survey kedua.
Diketahui, survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling yang dilakukan serentak di 33 Provinsi di Indonesia. Periode pertama melibatkan 2010 responden dengan margon error +/- (2,19%) pada tingkat kepercayaan (95%). Kemudian, pada periode kedua, survei melibatkan 1200 responden, dengan margin error +/- (2,83%) pada tingkat kepercayaan 95%. @yudisstira
sumber : Survei: Media Massa jadi penentu nasib Parpol dalam Pemilu 2014






0 comments:
Post a Comment