Saturday, 18 January 2014

Thailand dicekam tembakan dan ledakan misterius


LENSAINDONESIA.COM: Krisis politik di negeri Gajah Putih, Thailand terus memuncak. Bahkan, kawasan ibukota Thailand, Bangkok mencekam dengan banyaknya aksi penembakan misterius dan ledakan.


Wall Street Journal melaporkan, serangkaian serangan terjadi hampir tiap malam di Bangkok. Ini terjadi di tengah upaya pengunjuk rasa untuk menggulingkan Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra.


Baca juga: Thailand lumpuh dibarikade demonstran dan Amerika Serikat turun tangan, Yingluck Shinawatra menangis


Rumah mantan PM Thailand, Abhisit Vejjajiva tak lepas dari serangan teror granat. Partai Demokrat pimpinan Abhisit saat ini bersekutu dengan gerakan unjuk rasa tersebut.


Abhisit dan keluarga tidak berada di rumah ketika insiden ledakan terjadi. Menurut polisi, tak ada yang cedera dalam serangan tersebut.


Rentetan serangan mendorong sejumlah pengunjuk rasa meninggalkan area protes lebih awal setiap malamnya. Saat-saat seperti itu, massa biasanya berkerumun dalam jumlah yang lebih banyak demi menjaga keselamatan. Namun, pengunjuk rasa lainnya tidak terpengaruh oleh serangan-serangan tersebut.


Pemimpin demonstran, Suthep Thaugsuban bereaksi atas serangan itu. Ia menuding para penyerang merupakan kiriman pemerintah dan dilakukan agar orang-orang tidak bergabung dalam unjuk rasa. Wakil PM Pracha Promnok menampik tuduhan tersebut.


“Misteri di balik rentetan serangan seringkali digunakan sebagai senjata bagi faksi-faksi untuk memotivasi para pendukung mereka serta melayangkan tuduhan konspirasi terhadap musuh politik,” kata Panithan Watthanayakorn, profesor di Chulalongkorn University.


Panithan Watthanayakorn menuturkan, secara keseluruhan, serangan akan mempertahankan eskalasi ketegangan. Hal itu bisa memberikan tekanan terhadap pejabat berwenang.


“Serangan bahkan bisa memprovokasi militer untuk turun tangan dan mengambil kendali jika situasi bertambah buruk,” sambung Panithan Watthanayakorn.


Sementara itu, Mayor Jenderal Polisi Suebsak Pansura menyatakan, kepolisian menduga serangan granat merupakan sebuah ancaman untuk mengintimidasi Abhisit.


Mantan PM Thailand itu terlibat dalam beberapa unjuk rasa. Partainya juga berupaya memboikot pemilihan umum (Pemilu) mendatang yang dijadwalkan 2 Februari. Penyelenggaraan pemilu tersebut merupakan salah satu tanggapan Yingluck Shinawatra guna menenangkan massa.


Kepada stasiun berita setempat, Abhisit menegaskan, serangan ditujukan pada pesaing politik Yingluck Shinawatra sekaligus memperlemah gerakan oposisi.


Hingga kini, polisi masih menyelidiki serangkaian serangan di Bangkok yang telah berlangsung sejak protes mulai diluncurkan dua bulan lalu. Sejauh ini, serangan menewaskan delapan orang, termasuk petugas kepolisian. Puluhan lain mengalami luka-luka.


Polisi belum menangkap seorang pun yang terkait dengan serangan tersebut. Namun, polisi berhasil mengamankan senjata, peluru serta peledak berdaya ringan, nyaris setiap hari. Polisi dan para pemimpin pengunjuk rasa bertemu Rabu lalu. Kedua pihak sepakat untuk memperkuat keamanan di sekitar area protes.


Sekitar 40 negara telah memberlakukan peringatan perjalanan ke Thailand, menghimbau warga mereka untuk menghindari area protes di Bangkok, salah satu tujuan utama wisatawan asing.@licom/wsj


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : Thailand dicekam tembakan dan ledakan misterius

0 comments:

Post a Comment