Tuesday, 14 January 2014

Tren berulang, partai oposisi pemerintah jadi pujaan media


LENSAINDONESIA.COM: Teori komunikasi bahwa “Partai oposisi sebuah pemerintahan akan selalu menjadi anak emas pemberitaan media massa” nampaknya kembali terbukti.


Sebuah data hasil survei rilisan Pol-Tracking Institute yang bertema “Potret Geliat Pemberitaan Partai Politik Sepanjang 2013-Menangkap Tren Tone Berita dan Elektabilitas,” menunjukan beberapa fakta menarik. Salah satunya mengenai beberapa partai politik (Parpol) oposisi pemerintah (kubu Demokrat) yang ternyata menjadi “anak emas” dalam pemberitaan media massa.


Baca juga: Survei: Media Massa jadi penentu nasib Parpol dalam Pemilu 2014


Dalam data hasil survei tersebut menunjukan fakta bahwa, beberapa partai oposisi Demokrat, yakni Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), menjadi empat Parpol yang paling sering menuai pemberitaan positif media massa.


Dalam data hasil survei tersebut, Nasdem menempati posisi pertama sebagai Parpol yang paling sering diberitakan positif dalam media massa dengan (34,54%) raihan suara responden, diikuti Hanura dengan (31,90%) suara, dan PDIP serta Gerindra yang bersaing tipis di urutan ketiga dan keempat dengan perolehan suara responden sebesar (26,26%) dan (26,19%).


Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda mengatakan, kecenderungan tren pemberitaan positif terhadap Parpol oposisi merupakan hal yang wajar.


Menurutnya, Parpol oposisi dalam posisi sebagai pengkritisi dan penentang kebijakan-kebijakan Parpol penguasa, secara otomatis memberikan mereka tempat yang positif dalam pemberitaan-pemberitaan media massa yang berperan sebagai pengontrol kebijakan pemerintah.


“Itu wajar. Partai oposisi sebagai penentang kebijakan partai penguasa (pemerintah), yang secara bebas bisa berbicara dan mengkritik kebijakan pemerintah lewat media massa, kan wajar. Kalian sebagai media yang berperan mengontrol kebijakan, pasti mencari orang-orang dari oposisikan untuk berbicara,” ujar Hanta Yuda di Morrisey Serviced Apartment & Hotel, Jakarta, Selasa 14 Januari 2014.


Untuk informasi, survei dilakukan dalam dua periode, yakni pada 13 September 2013-11 Oktober 2013 untuk periode survey pertama, dan 16-23 Desember 2013 untuk periode survei kedua.


Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling yang dilakukan serentak di 33 Provinsi di Indonesia. Periode pertama melibatkan 2010 responden dengan margon error +/- (2,19%) pada tingkat kepercayaan (95%). Kemudian, pada periode kedua, survey melibatkan 1200

responden, dengan margin error +/- (2,83%) pada tingkat kepercayaan 95%. @yudisstira


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : Tren berulang, partai oposisi pemerintah jadi pujaan media

0 comments:

Post a Comment