LENSAINDONESIA.COM: Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie menegaskan, memungutan suara (pencoblosan) tidak hanya dilakukan orang-orang yang sehat jasmani dan rohani saja, namun orang stess (gangguan jiwa) juga diperbolekan nyoblos.
“Jangan dibilang orang gila nyoblos, bukan, mereka tidak gila, mereka hanya sakit kejiwaan, bukan gila, itu boleh memilih,” ungkapnya di TPS yang berjejer 10 tempat pemungutan suara yang berada di jalan perumahan mewah Pondok Indah, Jakarta.
Baca juga: Soekarwo akan nyoblos, tercengang nomor urut Demokrat salah cetak dan Kejati Jatim telisik Parpol lakukan Money Politics di Malang
“Karena apa, ada orang-orang yang stresnya seminggu skali, hari lainnya waras, jadi mereka bisa memiliki hak pilih, bahkan harus mendapat prioritas karena selama ini kurang mendapat perhatian, termasuk orang-orang yang berada di tahanan KPK, tahanan polisi, selama ini kurang dapat perhatian, sekarang itu harus diperhatikan,” jelasnya.
Jimly mencontohkan, saat ini ada sekitar 438 pasien sakit jiwa di Singkawang Kalimantan Barat juga diberikan hak untuk mencoblos. “Pasien RSJ di seluruh Indonesia mempunyai hak pilih baru pemilu sekarang,” tutupnya. @yuanto
sumber : 438 pasien sakit jiwa RSJ Singkawang diizinkan nyoblos






0 comments:
Post a Comment