LENSAINDONESIA.COM: Pemilu Legeslatif (Pileg) 2014 tinggal beberapa jam lagi, sisa waktu yang sedikit ini ternyata tidak disia-siakan oleh para calon anggota legislatif (celeg) mencari suara dengan segala cara. Salah satunya adalah mendatangi kegiatan-kegiatan rutin yang dilakukan oleh warga.
Kegitan kumpul-kumpul warga, seperti arisan atau pengajian menjadi ajang kampenye terselubung para caleg.
Baca juga: Warga Kota Kediri turunkan paksa atribut kampanye dan Masa tenang, atribut kampanye masih bertebaran di Kota Kediri
Pantauan lensaindonesia.com di wilayah Kecamatan Pesantren, Kota Kediri ada beberapa caleg yang menggalang suara dengan melakukan politik uang atau memberi barang. Sejumlah warga yang menjadi sasaran money politic mengatakan, selain uang, para caleg atau tim suksesnya sudah membagikan sembako.
“Ya saya terima uangnya, kalau masalah memilihnya itu rahasia Mas,” ungkap ibu tiga anak ini sambil menunjukkan uang pecahan Rp 50 ribu dengan kartu nama caleg salah satu parpol yang memberinya, Selasa (08/04/2014).
Ia menceritakan, gerakan money politik dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan rapi. Ada salah satu caleg yang membagikan gula pasir 1,5 kg yang dibungkus bersama selebaran yang bergambar caleg dan partainya. Sementara itu ada juga kordinator dari salah satu calon yang mengumpulkan warga agar mau memberikan foto kopi KTP yang nantinya ditukar dengan uang Rp 50 ribu.
Warga di Kecamatan Pesantren tidak membantah bila ada beberapa caleg yang membagikan uang dan sembako. Kendati demikian, tidak satupun warga yang menolak pemberian tersebut.
“Namanya saja pesta rakyat mas, yang jelas banyak para calon yang membagikan uang maupun sembako agar dirinya dipilih nanti. Tpimun persoalan mencoblos atau tidak adalah hak warga,” ungkap warga Ngronggo, Kota Kediri ini.@andik kartika
sumber : Di Kediri, caleg bagi sembako dan uang Rp 50 ribu






0 comments:
Post a Comment