LENSAINDONESIA.COM: Tindakan Saiful Mujani, pemilik lembaga survei politik SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) yang dianggap melakukan kampanye negatif terhadap Prabowo Subianto terus menuai kritik berbagai kalangan.
Pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara menyatakan, tindakan SMRC yang cenderung mengubar keburukan salah satu calon presiden (capres) merupakan bentuk pelanggaran prinsip akademisi.
Baca juga: Mantan Kasum TNI dukung Tim Prabowo-Hatta polisikan Saiful Mujani dan Popularitas Jokowi tak jamin menang Pilpres satu putaran
“Kalau kita telusuri pemikiran-pemikiran dia selama ini, tindakan Saiful mengingkari prinsipnya sendiri. Dia kan berprinsip bahwa lembaga survei itu harus independen, ini jadi aneh,” ujar Igor kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/06/2014).
Bahkan, lanjut Igor, hal ini menjadi ironi lantaran sebenarnya Saiful sudah menjadi salah satu panutan para pelaku survei. “Dia juga yang paling bersuara keras bahwa lembaga survei wajib netral dan menjaga jarak. Sayang sekali, Saiful telah keluar dari track-nya sendiri,” imbuhnya.
Selain telah memihak, lanjutnya, tindakan Saiful semakin jauh hingga melakukan kampanye negatif dan ajakan kepada warga untuk tidak memilih Prabowo.
Igor mengingatkan, sebagai akademisi tidak pantas seorang Saiful Mujani menyebut ayahanda Prabowo Subianto yaitu Soemitro Djojohadikusumo sebagai pemberontak.
“Almarhum Profesor Soemitro itu begawan ekonomi Indonesia, semua orang yang paham sejarah menghormati dan mengakui hal itu,” jelasnya.
Mensoal sikap yang harus diambil KPU terhadap Saiful Mujani, menurut Igor, lembaga penyelenggara pemilu itu mesti tegas. “Lembaga milik Saiful, SMRJ telah didaftarkan di KPU sehingga semestinya ingat bahwa KPU selalu menekankan setiap lembaga survei tidak memihak. Di KPU kan juga ada mekanisme sanksi dan teguran,” katanya menyarankan.
Sementara, tim advokasi pasangan capres Prabowo-Hatta pun telah melaporkan dugaan kampanye hitam yang dilakukan Saiful Mujani yang dilakukan saat berbicara pada forum warga Cinangka, Serang, Banten Minggu (8/6) lalu itu.
Dalam acara tersebut, Saiful menyampaikan bahwa ayah Prabowo adalah seorang pemberontak NKRI dan Prabowo berasal dari keluarga yang heterogen.
Direktur Hukum dan Avokasi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Habiburrokhman mendatangi Bawaslu dengan membawa empat orang saksi.
“Pada kesempatan tersebut Saiful Mujani menyampaikan pesan yang intinya meminta warga yang hadir untuk tidak memilih capres nomor 1, Prabowo Subianto dan menyampaikan fitnah,” ujar Habiburrokhman.@firdausi
sumber : Direktur SMRC Saiful Mujani dianggap melanggar prinsip akademisi






0 comments:
Post a Comment