Wednesday, 11 June 2014

Hari ini, Komnas HAM turun lokalisasi Dolly


LENSAINDONESIA.COM: Hari ini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan datang ke lokalisasi Dolly, Surabaya untuk melakukan dialog dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari.


Kedatangan Komnas HAM ke lokalisasi yang rencananya akan ditutup pada 19 Juni pekan depan in disambut baik oleh sejumlah pihak termasuk warga terdampak dan Front Pekerja Lokalisasi (FPL).


Baca juga: Pemkot Surabaya angkat warga Dolly jadi Linmas dan PSK Dolly diseret lalu digebuki saat ikut pengajian


Saputra, anggota Front Pekerja Lokalisasi (FPL) mengatakan warga terdampak berharap dialog dengan Komnas HAM bisa menghasilkan solusi. Paling tidak ada harapan agar karut marut penutupan ini bisa teratasi. Sebab, dia menilai cara-cara Pemkot dalam malakukan penutupan Dolly tidak benar.


“Kami ingin Komnas HAM tahu bagaimana cara Pemkot melakukan penutupan. Menurut kami masih ada sejumlah pelanggaran HAM dalam proses penutupan. Seperti intimidasi dari oknum-oknum tertentu yang memaksa kami untuk setuju dengan penutupan,” ungkapnya Rabu (11/06/2014).


Menurut Saputra, pelanggaran kaidah HAM yang terjadi salah satunya adalah tidak kejelasan nasib dan masa depan dari para PSK, mucikari dan juga warga jika lokalisasi ini ditutup. Hal ini yang membuat warga Dolly merasa Pemkot Surabaya tak serius menutup Dolly. Bahkan walikota Surabaya Tri Rismaharini sampai saat ini tak pernah turun ke Dolly.


“Kami akan terus berjuang sampai ada keputusan Dolly tidak akan ditutup,” tegas Saputra.


Senada dengan Saputra, Avenk anggota FPL juga menandaskan bahwa pihaknya akan menceritakan tindakan menyimpang yang dilakukan Pemkot dalam upaya menutup Dolly.


“Apa yang dilakukan pemkot itu adalah sebuah pelanggaran HAM atau tidak, kami serahkan kepada Komnas HAM,” ujar pria yang akrab disapa Pokemon ini.


Sementara itu, Anis anggota Tim Advokasi FP mengungkapkan, cara-cara yang dilakukan pemkot untuk menutup Dolly tidak sesuai dengan HAM sebab menggunakan isu SARA dan intimidasi.


“Itu semua adalah bukti Pemkot Surabaya melakukan pelanggran HAM. Hal ini kan semakin meresahkan warga. Seolah warga Dolly itu begitu hina dan pantas dibinasakan begitu saja,” tandasnya.@iwan_christiono


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : Hari ini, Komnas HAM turun lokalisasi Dolly

0 comments:

Post a Comment