Thursday, 12 June 2014

Pakar TI tuding salah kaprah Jokowi hadirkan industri kreatif asing


LENSAINDONESIA.COM: Desain Capres Joko Widodo menghadirkan perusahaan industri kreatif asing mendapat tanggapan kritis dari Direktur Indeks Digital, Jimmi Kembaren. Ia menilai, asumsi Jokowi menghadirkan perusahaan asing bakal membuka ruang seluas-luasnya bagi pekerja kreatif di Tanah Air justru berpotensi mematikan industri kreatif.


“Jokowi salah kaprah. Jokowi selalu menganggap perusahaan asing akan merekrut tenaga kreatif Indonesia. Padahal bukan mencari tenaga kreatif, tapi hanya mencari sales team. Masa kita cuma dijadikan pasar,” ujar Jimmi di Jakarta, Kamis (12/6/2014).


Baca juga: Jaringan Santri: Jokowi presiden teladan bukan 'abal-abal' dan Santri se-Indonesia dukung Jokowi


Seharusnya, lanjut Jimmi, perusahaan-perusahaan lokal yang didorong agar berkembang, seperti yang sudah dilakukan China dan Vietnam.


Pemblokiran jejaring sosial asing pun sukses membuat jejaring sosial lokal berjaya di negeri sendiri. Seperti Baidu di China, atau CocCoc di Vietnam.


“Daripada mengundang (perusahaan asing) buka kantor di sini, lebih baik seperti yang dilakukan China dan Vietnam. Membatasi perusahaan asing, dan men-support perusahaan lokal agar dapat bersaing. Setelah perusahaan lokal tumbuh besar, baru kemudian perusahaan asing boleh masuk,” imbuhnya.


Jimmi juga mengingatkan, dominasi asing hanya akan membuat Indonesia kembali terjajah. “Konsepnya Jokowi sangat pro asing. Kalau Twitter buka kantor, hanya akan mempekerjakan 2-3 orang, paling banyak 10 orang. Itu pun sales team, investasi juga minimal sekali. Jadi, dampaknya tidak signifikan terhadap dunia ketenagakerjaan dan bahkan mengeruk kekayaan Indonesia,” pungkasnya Jimmi menganalisa.


Sebelumnya, Jokowi meminta agar Twitter berinvestasi dan membuka kantor perwakilan di Indonesia. Permintaan itu disampaikan ketika bertemu Peter Greenberger, Direktur Strategi Politik Global Twitter yang tengah mengunjungi Indonesia. Jokowi juga menyampaikan hal yang sama saat berkampanye. @firdausi


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : Pakar TI tuding salah kaprah Jokowi hadirkan industri kreatif asing

0 comments:

Post a Comment