Friday, 13 June 2014

PD Pasar Surya gagas teknologi biopori untuk atasi banjir


LENSAINDONESIA.COM: Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya membuat terobosan baru dalam usaha menanggulangi masalah banjir dan genangan di sekitar pasar dengan mengadopsi resapan biopori. Teknologi tepat guna yang bisa menghasilkan pupuk kompos ini pertama kali diterapkan oleh PD Pasar di Pasar Impres Bratang, Surabaya.


Menurut Zandi Feryansa, Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya, pihaknya telah menyiapkan 1000 tabung biopori yang terbuat dari paralon. Nantinya, tabung tersebut akan disebar ke seluruh pasar yang selama ini dibawah binaan PD Pasar Surya.


Baca juga: PD Pasar Surya dan IKAFE UA, susulkan bantuan buat korban Kelud dan Pasca banjir, pasokan kebutuhan bahan pokok terus meningkat


“Ya kami usahakan sebanyak 67 pasar yang ada mendapat bagian. Tapi jumlahnya disesuaikan dengan lingkungan. Misalnya Pasar Keputran, Pucang, Kayoon dan Bratang akan mendapat porsi lebih,” ujar Zandi Ferryansa setelah acara penananam tabung biopori pertama di Pasar Impres Bratang.


Dirinya juga menjelaskan, penerapan teknologi biopori ini merupakan langkah awal yang dilakukan PD Pasar Surya dalam mengatasi masalah lingkungan di sekitar pasar. Bahkan, dari hasil pupuk kompos yang akan dihasilkan, dirinya mempersilahkan bagi masyarakat sekitar untuk dimanfaatkan. “Jujur pembuatan tabung biopori ini dilakukan oleh karyawan PD Pasar Surya sendiri. Mereka hanya diberi pelatihan dan sudah bisa membuat karena bahannya sudah disiapkan. Kami berharap dari hasil pupuk kompos bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar,” kata pria yang akrab disapa Ferry ini.


Sementara itu, terkait pengelolahan sampah yang akan diterapkan oleh PD Pasar Surya, Ferry mengatakan sudah mempersiapkan rencanan akan mengelola secara mandiri. Artinya, dari limbah sampah yang dihasilkan pasar nantinya langsung diolah dan tidak dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam bentuk sampah.


“Kebetulan dari Perda Sampah yang baru disahkan oleh legislatif akan berlaku efektif tahun depan. Salah satu poin pentingnya adalah setiap peryusahaan harus bisa mengelolah limbah sampah secara mandiri. Dalam hal ini PD Pasar termasuk salah satunya yang harus mempersiapkan diri dalam mengatasi masalah sampah dan lingkungan,” katanya.


Dirinya menambahkan, selama ini PD Pasar Surya dalam mengelolah sampah bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengangkut sampah dan kebersihan. Bahkan, dalam setahun saja, PD Pasar Surya telah menghabiskan biaya sekitar Rp 4.5 miliar. “Anggaran itu murni dari PD Pasar yang diberikan kepada pihak ketiga untuk mengangkut dan kebersihan sampah. Ini adalah bentuk kemandirian perusahan daerah dalam mengatasi masalah lingkungan. Seedangkan kerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) hanya sebatas pelatihan dan pengembangan SDM saja,” tambahnya.


Terpisah, Kepala DKP Surabaya, Chalid Buchari sangat mendukung dengan terobosan yang dilakukan PD Pasar Surya dalam menerapkan teknologi biopori. Selain bisa mengurangi dampak banjir dan genangan air di sekitar pasar, dirinya menyebut pupuk kompos yang dihasilkan bisa dimanfatkan masyarakat.


“Bisa dibayangkan kalau 100 biopori berapa pupuk kompos yang dihasilkan. Saya kira terobosan ini akan sangat membantu masyarakat sekitar dan pengunjung pasar mengurangi masalah banjir dan genangan,” kata Chalid. @iwan_christiono


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : PD Pasar Surya gagas teknologi biopori untuk atasi banjir

0 comments:

Post a Comment