LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, memprotes Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait ketidakpastian dalam menyerahkan kewenangan perbaikan jalan rusak di Madura ke Pemprov Jatim.
“Kalau mau diserahkan sekalian diserahkan langsung kami perbaiki. Tapi ini antara diserahkan dan tidak, jadinya jalan rusak tidak diperbaiki,” seru Soekarwo, Senin (27/4/2015).
Baca juga: Warga Jetis Ponorogo tanami jalan rusak dengan pohon pisang dan Jalan masih rusak, dewan kembali panggil PT MHI
Gubernur Jatim lalu menjelaskan kerusakan jalan terjadi antara Bangjalan-Tanjung Bumi Madura. Karena hingga saat ini jalan rusak belum diperbaiki, maka semakin. Jalan tersebut awalnya menjadi wewenang Pemprov Jatim, namun diambil alih oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PU.
Dalam perkembangannya, ada rencana mau diserahkan kembali ke Pemprov Jatim, sayangnya hingga hari ini keputusan pastinya belum ada. Karena itulah, Soekarwo tidak berani mengucurkan dana dari APBD Jatim.
Pihaknya minta Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuldjono, segera memberi kepastian agar jalan rusak tidak bertambah parah. Meski diakui untuk saat ini belum bisa karena perencanaan perbaikan harus direncanakan satu tahun sebelumnya. “Kalau diperbaiki Pemprov Jatim, pasti disalahkan nanti sebab bukan kewenangannya. Makanya kami minta kepastian itu,” tegas Gubernur Jatim dua periode ini.
Menyinggung soal kerusakan jalan lainnya yang menjadi wewenang provinsi, Soekarwo mengklaim untuk jalan provinsi tidak ada masalah perbaikan sering dilakukan, namun yang menjadi masalah adalah jalan kabupaten. “Jalan yang menghubungkan antara desa dan kecamatan banyak yang rusak. Tapi, diperbaiki dan mulus saat menjelang Pilkada saja dan ini terjadi dimana-mana,” sindirnya.
Untuk itu para bupati diminta serius dalam merawat dan memperbaiki jalan yang menjadi kewenangan masing-masing agar tidak muncul protes dari warga.@sarifa
%7Cutmcsr%3D(direct)%7Cutmcmd%3D(none)%3B%2B__utmv%3D48164319.dd11570c1d5ccab62183d63c8cda0875%3B)
sumber : Jalan Madura rusak parah, Gubernur Jatim protes Kementerian PU






0 comments:
Post a Comment