Thursday, 12 December 2013

Instant Review akhirnya mulai diujicobakan


LENSAINDONESIA.COM: Terobosan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) untuk menggunakan instant review akhirnya mulai digunakan pertama kali pada ajang BWF World Super Series Finals 2013. Penggunaan instant review ini sebenarnya sempat akan mulai dipergunakan di gelaran Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013, Juni lalu, tetapi akhirnya baru di puncak turnamen elit inilah sistem ini diperkenalkan.


Instant Review memperbolehkan pemain yang tidak setuju dengan keputusan hakim garis untuk melakukan challenge dengan langsung mengangkat tangan dan mengucapkan “challenge” kepada umpire. Setiap pemain hanya diperbolehkan melakukan hal ini sebanyak dua kali dalam satu pertandingan. Jika challenge yang diajukan pemain terbukti benar, maka ia masih memiliki dua kesempatan lain untuk mengajukan hal yang sama. Tetapi jika challenge terbukti salah, maka pemain hanya tinggal memiliki satu kesempatan.


Baca juga: Dipertandingan kedua, akhirnya Sony menyerah dari Tago dan Alami kekalahan kedua, peluang Pia/Rizky Kian Berat


“Kami tahu pemain sudah menanti hal ini, dan kami pun dengan bangga akhirnya bisa melakukan uji coba untuk pertama kali tentang system ini. Kami pun masih menunggu respon dari para pemain dan bagaimana sistem ini bekerja. Kami pun percaya bahwa hal ini akan menambah drama dan ketertarikan terhadap bulutangkis,” ujar Sekretaris Jendral BWF, Thomas Lund kepada sportingplus.com.


Saat yang ditunggu pun akhirnya tiba, Lee Chong Wei, pemain tuan rumah menjadi atlet pertama yang mendapat keuntungan dari sistem ini. Saat melawan Wang Zhengming (China) di laga pertama kemarin (11/12), pebulutangkis nomor satu dunia itu melakukan challenge dan terbukti bahwa pengamatan hakim garis memang keliru.


Sementara tim Merah-Putih belum ada yang melakukan keberatan. Challenge justru diajukan sang lawan saat Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi berhadapan dengan Pia Zebadiah Bernadeth/Rizky Amelia Pradipta. Mereka keberatan dengan keputusan hakim garis saat menyatakan bola yang ditempatkan Pia di kiri pertahanannya dinyatakan masuk saat 13-12 di gim kedua. Namun saat instant review digunakan, ternyata bola terlihat memang masih berada di arena pertahanan mereka dan membuat kedudukan berubah menjadi 14-12 untuk Pia/Rizky.


“Untuk sistem ini tentunya bagus. Karena kan bulutangkis bolanya bias jatuh cepat, mungkin saja hakim garis sama sekali tidak bias melihatnya dengan jelas. Jadi hal ini bisa membuat permainan berjalan lebih fair, bagi kami sendiri ini merupakan kabar baik,” ujar Pia usai laga.


Jika teknologi ini mendapat sambutan positif baik dari penonton maupun atlet, maka sistem ini akan diimplementasikan sesegera mungkin.


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



from Portal Berita Indonesia - lensaINDONESIA.com http://www.lensaindonesia.com/2013/12/12/instant-review-akhirnya-mulai-diujicobakan.html

via IFTTT

0 comments:

Post a Comment