LENSAINDONESIA.COM: Mediasi yang prakarsai DPRI Kota Madiun gagal, para pedagang asongan melakukan demo untuk yang kesekian kalinya.
Sebanyak 33 pedagang asongan yang akan masuk stasiun dihadang Polsus, Satpam stasiun dan beberapa personil dari TNI kamis (12/12/2013).
Baca juga: Fraksi PDIP DPRD Kota Madiun boikot paripurna Raperda dan Paripurna DPRD Kota Madiun hanya dihadiri 17 anggota dewan
Ricuh pun tak dapat dielakkkan, karena pihak asongan berusaha menembus berikade petugas keamanan yang berada di depan pintu masuk Stasiun Besar Madiun. Kejadian ini sempat memacetkan arus lalu lintas di depan stasiun.
Para pedagang asongan ini berteriak-teriak di depan pintu masuk. Mereka mengejek petugas keamanan, karena dianggap mengganggu pelayanan terhadap penumpang.
Akhirnya, pihak PT.KAI yang diwakili Sanusi, Senior Manager Keamanan Daop VII meminta, lima perwakilan pedagang masuk ke ruang kepala stasiun untuk berunding.
Dalam perundingan itu, dihadiri dua anggota komisi II DPRD Kota Madiun, Istono dan Tutik Endang Wahyuni. Perwakilan pedagang yang di wakili oleh Hadi Suloso, tetap ngotot meminta bisa berjualan lagi di stasiun. Mereka sudah empat hari tidak diperbolehkan berjualan.
“Tolonglah pak, ini menyangkut masalah isi perut anak istri kami, kalau tidak berjualan mau makan apa keluarga kami pak? Kami hanya lulusan SD, hanya berjualan inilah yang bisa kami lakukan,” desak Hadi Suloso mewakili rekan-rekannya.
Meski telah meminta belas kasihan, Senior Manajer Keamanan Sanusi, tetap saja tidak bisa memberikan keputusan, dengan alasan urusan pedagang asongan mau dikemanakan itu urusan Pemerintah Kota Madiun dan bukan urusan PT KAI.
“Masalah dispensasi berjualan sementara, keputusannya Jumat. Kalau masalah bisa berjualan di sini terus atau tidak, kami minta waktu 1 minggu,” jelas Sanusi.
Setelah mendengar jawaban dari PT.KAI, Tutik Endang Wahyuni, meminta Jaminan kepada Sanusi, agar para pedagang asongan ini benar-benar diperhatikan nasibnya, dengan membolehkan berjualan di stasiun kembali.@dhimas_adi
Keterangan Foto :
Para pedagang asongan berusaha masuk ke stasiun dan di hadang oleh pihak keamanan
LENSAINDONESIA.COM: Mediasi yang prakarsai DPRI Kota Madiun gagal, para pedagang asongan melakukan demo untuk yang kesekian kalinya.
Sebanyak 33 pedagang asongan yang akan masuk stasiun dihadang Polsus, Satpam stasiun dan beberapa personil dari TNI kamis (12/12/2013).
Ricuh pun tak dapat dielakkkan, karena pihak asongan berusaha menembus berikade petugas keamanan yang berada di depan pintu masuk Stasiun Besar Madiun. Kejadian ini sempat memacetkan arus lalu lintas di depan stasiun.
Para pedagang asongan ini berteriak-teriak di depan pintu masuk. Mereka mengejek petugas keamanan, karena dianggap mengganggu pelayanan terhadap penumpang.
Akhirnya, pihak PT.KAI yang diwakili Sanusi, Senior Manager Keamanan Daop VII meminta, lima perwakilan pedagang masuk ke ruang kepala stasiun untuk berunding.
Dalam perundingan itu, dihadiri dua anggota komisi II DPRD Kota Madiun, Istono dan Tutik Endang Wahyuni. Perwakilan pedagang yang di wakili oleh Hadi Suloso, tetap ngotot meminta bisa berjualan lagi di stasiun. Mereka sudah empat hari tidak diperbolehkan berjualan.
“Tolonglah pak, ini menyangkut masalah isi perut anak istri kami, kalau tidak berjualan mau makan apa keluarga kami pak? Kami hanya lulusan SD, hanya berjualan inilah yang bisa kami lakukan,” desak Hadi Suloso mewakili rekan-rekannya.
Meski telah meminta belas kasihan, Senior Manajer Keamanan Sanusi, tetap saja tidak bisa memberikan keputusan, dengan alasan urusan pedagang asongan mau dikemanakan itu urusan Pemerintah Kota Madiun dan bukan urusan PT KAI.
“Masalah dispensasi berjualan sementara, keputusannya Jumat. Kalau masalah bisa berjualan di sini terus atau tidak, kami minta waktu 1 minggu,” jelas Sanusi.
Setelah mendengar jawaban dari PT.KAI, Tutik Endang Wahyuni, meminta Jaminan kepada Sanusi, agar para pedagang asongan ini benar-benar diperhatikan nasibnya, dengan membolehkan berjualan di stasiun kembali.@dhimas_adi
from Portal Berita Indonesia - lensaINDONESIA.com http://www.lensaindonesia.com/2013/12/13/mediasi-gagal-pedagang-stasiun-besar-kota-madiun-demo-lagi.html






0 comments:
Post a Comment