Monday, 13 January 2014

2020, robot dengan kecerdasan buatan ambil alih pekerjaan manusia


LENSAINDONESIA.COM: Tahun 2000 kerja serba mesin/berjalan berlari menggunakan mesin/manusia tidur berkawan mesin/makan dan minum dilayani mesin/tenaga manusia banyak diganti mesin/pengangguran merajalela.


Lirik lagu dari grup kasidah Nasidaria di atas pelan tapi pasti menemui buktinya. Saat ini, pekerja dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sudah terlibat dalam berbagai aspek kehidupan manusia.


Baca juga: Toshiba Excite-7 buat keluarga yang gaptek dan Jualan pulsa dan bayar listrik melalui aplikasi “Selalu Ada”


Para robot dengan kecerdasan buatan ini sudah mulai bisa menjaga kotak surat bebas spam, membantu transaksi internet, menerbangkan pesawat dan jika Google berhasil, robot akan membantu mengemudikan mobil.


“AI sudah ditanam di berbagai aspek hidup kita. Mereka digunakan dalam kedokteran, hukum, rancang bangun dan industri otomotif,” kata Kepala Bidang AI di Singularity University, Neil Jacobstein seperti dilansir BBC.


Artinya, jawaban dari pertanyaan dunia modern apakah manunsia dapat membuat mesin sama pintarnya dengan manusia akan didapat sebentar lagi.


Jacobstein memprediksi, pada tahun 2020 robot akan mengambil alih pekerjaan manusia. Lantas apa peran manusia saat hari itu tiba?


Pabrik elektronik terbesar di dunia yang berada di Cina, Hon Hai mengumumkan akan membangun pabrik berisi robot untuk menggantikan 500.000 ribu pekerja dalam tiga tahun mendatang.


“AI akan mengakibatkan pengangguran tapi bukan kemiskinan. AI dan teknologi pengganti lainnya akan menghasilkan uang dalam jumlah besar,” kata Jacobstein.


Jacobstein optimis bahwa manusia dan mesin dapat bekerja berdampingan dan menyebut harmoni itu sebagai solusi terbaik. Jacobstein juga sadar bahwa banyak orang melihat dominasi robot sebagai mimpi buruk.


“Ada yang bertanya, bagaimana Anda bisa tidur di malam hari mengetahui apa yang akan dilakukan kecerdasan buatan? Tapi yang membuat saya terjaga di malam hari bukan kecerdasan buatan tapi kebodohan manusia,” kata Jacobstein.


Jacobstein yakin, satu-satunya cara agar manusia bisa mengikuti perkembangan robot adalah menjadi seperti mereka. “Otak manusia belum diperbaharui selama 50.000 tahun dan jika laptop atau ponsel pintar Anda belum diberi aplikasi tambahan dalam lima tahun, Anda pasti khawatir,” tambahnya.


Jacobstein mengatakan, bukan tidak mungkin kelak silikon akan ditanam di tengkorak manusia untuk meningkatkan kecerdasan. Dan itu mungkin satu-satunya cara agar manusia tidak tertinggal dari robot.@licom/bbc


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : 2020, robot dengan kecerdasan buatan ambil alih pekerjaan manusia

0 comments:

Post a Comment