LENSAINDONESIA.COM: Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kaget saat dirinya mendengar kabar
pemecatan Gede Pasek sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat. Pasek Suardika merupakan sahabat Anas
paling loyal ini memang sempat ikut mengantarkan Anas ke KPK menjeleng ditahan Jumat lalu (10/1/14).
Anas menerima kabar ini saat menjalani pemeriksaan di ruang penyidik KPK. Anas mengaku prihatin terhadap
keputusan Demokrat yang disampaikan penasehat hukumnya, Carrel Ticualu itu. Dua pengorbanan Gede Pasek dipertaruhkan. Sebelumnya, Gede Pasek dilengser daro posisinya sebagai Ketua Komisi III, yang saat itu akan digantikan Ruhut Sitompul. Tapi, Ruhut gagal karena ditolak anggota komisi III dari fraksi lain. Akhirnya, posisi Gede digantikan kader Demokrat, Pieter Ch Zulkifli.
Baca juga: Anas: Pemeriksaan hari ini awal yang penting dan Anas diperiksa normal, ancaman boikot KPK ternyata "gertak sambal"
“Tadi kita sampaikan bahwa Pak Pasek dipecat. Saya sampaikan kepada Mas Anas, karena (masalahnya) Pak Pasek menemani Mas Anas ke KPK,” ujar Carrel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/1/14).
Seperti diketahui, Gede Pasek dipecat dari keaanggotaan DPR RI lewat PAW (Pergantian Antar Waktu) yang diajukan Partai Demokrat, dengan alasan melanggar pakta integritas dan kode etik partai Demokrat.
Pemecatan itu diakui Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Assegaf di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (17/1/14),karena Gede Pasek memang terbukti melanggar kode etik partai dan pakta integritas, yaitu menemani Anas Urbaningrum pada saat Anas ditahan KPK.
Saat itu, Gede Pasek mengaku sudah siap untuk mundur sebagai kader Demokrat, ia mengaku bahwa persahabatannya dengan Anas Urbaningrum lebih berarti ketimbang posisi sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat yang selama ini dijalani.
Praktis, loyalis Anas di DPR RI yang sering muncul menemaninya secara terbuka, kini tinggal Saan Moftofa. Mantan Wakil Sekjen Partai Demokrat ini selama gonjang-ganjing Anas menjelang dijebloskan KPK ke Rutan, memang tidak terlihat ekstrem bersama rombongan Ormas PPI menemani Anas di KPK.
Walau begitu, Saan Mustofa sempat datang ke KPK berniat menjenguk Anas, Kamis (16/1/2014). Tapi, KPK tidak mengijinkan, sehingga dia gagal bertemu Anas. Akankah Saan menerima kebijakan Partai Demokrat seperti yang dialami Gede Pasek? Atau, sebaliknya karena ada perkembangan sikap Saan terhadap Anas, agaknya waktu yang akan menjawab. @rizky
sumber : Anas kaget Gede Pasek dipecat, bagaimana nasib Saan Mustofa?






0 comments:
Post a Comment