LENSAINDONESIA.COM: Berbagai bencana alam yang melanda Indonesia, khususnya banjir di Jakarta seperti bencana rutin yang sudah ‘dijadwalkan’. Kedatangannya menjadi sebuah keniscayaan. Ini bukti karena ketidakmampuan mengatasi banjir, atau tidak ada kemauan untuk mengupayakan teknologi mengatasi banjir karena tidak ada aspek “komersial”.
Tapi, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, berkesimpulan lain.
Baca juga: Kali Sunter meluap, 7RW terendam banjir, warga kesulitan bahan makan dan "The Jak Mania" buktikan hobi bukan ugal-ugalan, kompak bantu banjir
“Kalau di Indonesia suatu keniscayaan pasti terjadi. Jakarta setiap tahun pasti banjir karena normalisasi sungai dan waduk belum selesai,” ujarnya ditemui di Warung Daun, Cikini, jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2014).
Lebih lanjut Sutopo mengatakan, bahwa penyebab yang paling dominan bencana terjadi karena ulah perbuatan manusia yang kurang memiliki tingkat kesadaran pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, Sutopo juga menyinggung soal cara penanganan bencana yang dilakukan dengan istilah koordinasi. Menurutnya, istilah koordinasi banyak menimbulkan efek negatif, apalagi jika diplesetkan menjadi ”kor-nasi” yang berkonotasi negatif.
“Harus dirubah menjadi kolaborasi. Kalau kordinasi pasti ada satu komando khusus, dan ini menimbulkan keruwetan. Harus kolaborasi, sehingga semua unsur yang melibatkan elemen masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sutopo menjelaskan bagaimana aturan penanganan bencana Gubernur membantu Bupati dan Walikota dengan mendorong difungsikannya peranan pemerintah daerah. Selain itu, TNI dan Polri juga harus dilibatkan secara aktif.
Terlepas dengan adanya bencana yang ada, Sutopo berharap agar bencana yang ada, seperti banjir, longsor tidak dijadikan momentum untuk saling menyalahkan satu sama lain yang bisa memperkeruh keadaan. Sutopo menambahkan, bahwa penanganan bencana setiap tahun sudah semakin baik.
“Tren kita sudah semakin baik. Kalau bisa kultur kita harus kayak jepang yang setiap saat tanggap antisipasi bencana,” pungkasnya. @firdausi
sumber : Banjir rutin Jakarta, keniscayaan ketidakmauan bersama cari solusi






0 comments:
Post a Comment