LENSAINDONESIA.COM: Petugas Satpol PP Kabupaten Ponorogo menjaring puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) dalam razia yang digelar, Jumat (17/01/2014).
Dalam razia tersebut, petugas menyisir seluruh ruas jalan protokol yang ada di kawasan Kota Ponorogo. Tak kurang dari 25 orang gepeng berhasil diamankan.
Baca juga: Satpol PP Ponorogo merazia alat peraga kampanye di jalur arah Madiun
“Hari ini kita berusaha membersihkan kota Ponorogo dari para gepeng yang berkeliaran,” kata Kasi Ops Satpol PP Ponorogo, Sumartuji usai operasi.
Ada tujuh titik yang menjadi sasaran operasi hari ini diantaranya perempatan Jl Imam Bonjol, pertigaan Jenes, perempatan Tambakbayan, perempatan Pasar Songgolangit, perempatan Tonatan, perempatan patung sukowati, Jalan Pramuka dan sekitar stadion.
Puluhan gepeng yang berhasil dirazia selain didata dan dikumpulkan di kantor Satpol PP kemudian diserahkan ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan sosial (Disnakertransos) untuk dilakukan pembinaan.
Setelah dilakukan pendataan didapat bahwa sebagian besar para gepeng ini berasal dari luar Kota Ponorogo. “Gepeng yang terkena razia ini berasal dari wilayah Madiun,” ungkap Sumartuji.
Sementara terkait dengan itu, Diono Suwito, koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Batara Nusantara mengatakan, banyaknya gepeng saat ini akibat Pemkab Ponorogo yang belum memiliki Perda yang mengatur tentang gepeng atau anak jalanan. Sehingga Ponorogo menjadi jujugkan para kaum miskin kota (KMK) tersebut.
“Semua ini akibat dari Pemkab Ponorogo yang belum memiliki Perda yang mengatur tentang gepeng, sehingga menjadi jujugan dari Madiun yang notabene sudah memiliki Perda,” kritiknya.@arso
sumber : Satpol PP Ponorogo jaring puluhan gepeng






0 comments:
Post a Comment