Friday, 17 January 2014

Hati-hati berlayar di Indonesia Timur! Ombak mencapai enam meter


LENSAINDONESIA.COM: Marzuki, Kepala Bagian Tata Usaha Syahbandar Utama Tanjung Perak Surabaya, mengeluarkan maklumat pelayaran (Mapel), terkait gelombang laut tinggi di beberapa perairan Indonesia Timur.


Gelombang laut yang mencapai rata-rata enam meter itu meliputi Laut Jawa, Perairan Masalembu, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian Nusa Tenggara Timur.


Baca juga: Kapal pengangkut semen, terjebak di perairan Selayar dan Ratusan penumpang kapal terdampar di Pelabuhan Kalianget


Keluarnya Mapel itu bukan bersifat larangan. Tetapi hanya pemberitahuan, supaya kapal-kapal yang hendak berlayar lebih berhati-hati.


“Mapel tersebut berlaku antara tanggal 15-21 Januari 2014. Keluarkannya Mapel itu hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak,” ujarnya Marzuki, di Surabaya, Jumat (17/1/2014).


Mapel itu sudah disampaikan sejak akhir Desember 2013. Namun, pada saat itu gelombang masih belum tinggi seperti sekarang. “Apalagi pada Bulan Januari ini merupakan puncak cuaca buruk,” katanya.


Sejumlah perairan itu paling banyak dilalui kapal-kapal yang berangkat dan menuju Tanjung Perak.


Meski begitu, banyak kapal yang berlayar dari dan menuju Tanjung Perak. Sebagian besar berukuran di atas 1.300 DWT. sehingga masih bisa berlayar. Sementara, ukuran yang di bawah 1.300 DWT, tidak ada yang berani berlayar.


“Contohnya milik PT. Pelni dan kapal-kapal niaga masih besar tetap bisa melanjutkan perjalanan. Tapi kapal rool on roll off (RoRo) dan sejenisnya dipastikan menepi,” katanya.


Oleh sebab itu, saat ini di Pelabuhan Tanjung Perak tidak mengalami penumpukan kapal. Karena banyak yang tertahan di pelabuhan masing-masing.@dony


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : Hati-hati berlayar di Indonesia Timur! Ombak mencapai enam meter

0 comments:

Post a Comment