LENSAINDONESIA.COM: Meski dunia mengakui hasil kopi luwak Indonesia sebagai yang terbaik, namun industri kopi nasional ternyata menghadapi ancaman serius. Ancaman itu datang dari melubernya impor kopi instan yang masuk Indonesia.
Ketua Umum Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), Hutama Sugandhi menyebutkan, kopi impor instan yang masuk Indonesia jauh lebih rendah dari kualitas kopi nusantara. Bahkan, kopi impor instan dari negara-negara kawasan Asia tidak sebanding dengan kualitas kopi produksi dalam negeri.
Baca juga: Kopi luwak, bentuk kekejaman pada hewan dan Java East Expo meriahkan hari jadi kota Surabaya
Hutama Sugandhi menambahkan, kopi dalam kemasan, dalam bentuk instan dan sudah dicampuri gula itu sangat merugikan Indonesia.
“Kopi yang diimpor rata-rata sudah dalam bentuk kemasan dan bukan dalam bentuk curah,” terang Hutama Sugandhi saat berbincang dengan LICOM, Senin (20/01/2014).
Penyebabnya, kadar gula dalam kemasan sudah mencapai 40 persen dari isi, ditambah susu instan yang mencapai 20 persen, sangat merugikan pasar kopi dalam negeri. Sebab, impor kopi tersebut hanya bagian kecil dari kadar gula yang tercampur.
Fatalnya lagi, bahan dasar kopi impor instan tersebut diambil dari Indonesia. Hutama Sugandhi mencontohkan, kopi produksi dalam negeri dieskpor kemudian diolah di Seatle Amerika Serikat dan kembali diimpor ulang ke Indonesia untuk kebutuhan kafe.
”Kita memang kalah dalam teknologi pengolahan pasca panen. Hal ini yang kerap dimanfaatkan negara-negara maju untuk menjual kembali ke Indonesia, tetapi untuk pasar menengah ke atas,” tuturnya.
Namun sayang, Sugandhi tidak menyebut data kopi impor yang masuk Indonesia sepanjang 2013 kemarin. Dia hanya berharap pada pemerintah agar lebih ketat dalam mengawasi peredaran kopi impor yang masuk wilayah Indonesia.
“Kami meminta pemerintah menerapkan standart SNI terhadap kopi impor. Bila tidak sesuai standar, kami meminta untuk ditolak,” tegasnya.
Malahan, Sugandhi menyebutkan data GAEKI soal ekspor kopi pada tahun 2013 yang tercatat hingga USD 160 juta atau setara dengan Rp 1,92 triliun dengan kurs USD 1 Rp 12.000.
Ekspor itu naik sekitar empat persen dibanding tahun 2012 atau setara dengan USD 155 juta. Nilai itu setara dengan Rp 1,86 triliun.@dony
sumber : Industri kopi Nasional terancam kopi impor instan






0 comments:
Post a Comment