LENSAINDONESIA.COM: Hanggoro Budi Wiryawan, Wakil Menteri Perhubungan menilai, Stasiun Tulangan belum siap untuk dioperasikan. Banyak yang harus diselesaikan, baik infrastruktur maupun kesiapan lainnya.
“Kami sudah siapkan sarana dan prasarananya, karena pembangunannya hingga saat ini belum selesai sepenuhnya, maka kita tunggu, kalau tak ada halangan, rencananya bulan Apri l kita operasikan,” katanya, Sabtu (11/1/2014) lalu.
Menurutnya, rencana stasiun tersebut akan dijadikan jalur kereta murah yang melintasi Surabaya (Wonokromo), Sidoarjo, Tulangan, Tarik dan kembali ke Surabaya.
“Kami memang sudah menyiapkan BASTO (Berita Acara Serah Terima Operasi) secepatnya. Atau setelah semua proses pembangunan tuntas. Untuk saat ini memang belum kita serahkan,” ujarnya.
Dilain pihak saat ini Dirjen Perkeretaapian tengah kosong seiring dengan purna tugas Tunjung Inderawan. Budi menyebut bila saat ini memang waktu yang tepat untuk membahas masalah jalur dan perlintasan.
Sebab di jalur sekitar yang akan digunakan kereta ini masih perlu adanya penataan. Hal ini dibenarkan oleh Isa Anshori, Kabid Perkeretaapian Dinas Perhubungan dan LLAJ Jawa Timur.
“Idealnya memang Januari ini pembahasan perlintasan. Masalahnya masih banyak perlintasan yang harus kita tata, dan ada diantaranya yang belum ditangani,” ungkapnya pada LICOM. Senin (13/1/2013).
Disamping itu, masalah sarana dan prasarana akan diserahkan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku operator. Kebetulan saat ini PT KAI, sudah memiliki sejumlah lokomotif maupun kereta penumpang yang layak.
“Kedepan terserah PT KAI tentang rencana pembuatan jadwal, jalur atau rute, dan teknis operasional,” tutup Isa Anshori.
Terpisah, Sri Winarto, Manager Humasda PT KAI Daerah Operasi 8, menyambut gembira kabar rencana BASTO pada April nanti. Tetapi pihaknya belum bisa komentar banyak tentang rencna operasional kereta murah di Sidoarjo dan sekitarnya.@dony
sumber : Jalur kereta api Surabaya-Tulangan beroperasi April mendatang






0 comments:
Post a Comment