LENSAINDONESIA.COM: Akibat luapan air Kali Sunter yang terjadi sejak Jumat malam (17/1/14), kawasan pemukiman padat penduduk yang berada tak jauh dari lokasi kali , terendam hingga mencapai ketinggian 1,5 meter.
Akibatnya, warga penghuni ratusan rumah di 7 RW yang terendam banjir, banyak yang bingung dan cemas lantaran sarana evakuasi sangat terbatas dan kurang. Praktis, banyak yang masih menunggui rumahnya ketimbang yang sudah dievakuasi. Mereka ini terdiri dari puluhan RT, di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.
Baca juga: "The Jak Mania" buktikan hobi bukan ugal-ugalan, kompak bantu banjir dan Ibu-ibu Semper Barat Curhat sulit beli bahan pokok akibat banjir
Tidak hanya itu, warga juga banyak yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan makanan. Karena sulit tidak mda untuk bisa membeli bahan makanan, karena semua pedagang tutup akibat rumah tergenang air.
“Masih ada sekitar 700 jiwa yang belum diungsikan, lantaran keterbatasan tim evakuasi,” ungkap Muchtar Usman, Ketua RW 03, Cipinang Melayu saat ditemui LICOM di lokasi banjir, Sabtu (18/1/14).
Muchtar mengatakan, banjir yang terjadi sejak Jumat malam hingga saat ini, kondisi masih stabil dan belum menunjukkan tanda-tanda surut di 7 RW kawasan Cipinang Melayu.
Selain proses evakuasi rada terhambat, dan banyak warga yang kesulitan bahan makanan. Muchtar mengakui, hingga saat ini masih belum mendapatkan bantuan yang cukup dari pemerintah.
“Yang terkena banjir di 7 RW. Meliputi RW 03, 04, 10, 11, 12, 5 dan 9. Ketinggian air dari 1 meter sampai 1,5 meter,” ungkap Muchtar.
Warga berharap agar secepatnya mendapatkan bantuan khususnya untuk warga Cipinang Melayu.
Pantauan LICOM terlihat ratusan rumah terendam di Cipinang Melayu, dan banyak warga yang mengungsi ke Posko-Posko yang disediakan. Selain itu, banyak juga yang mengungsi di rumah kerabat yang kebetulan tak terkena banjir. @silma
sumber : Kali Sunter meluap, 7RW terendam banjir, warga kesulitan bahan makan






0 comments:
Post a Comment