Sunday, 19 January 2014

Partai Golkar ngotot yakini Zainuddin Amali tak terlibat suap MK


LENSAINDONESIA.COM: Partai Golkar terus meyakini jika Zainuddin Amali (ZA), Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur tidak melakukan penyuapan kepada Akil Mochtar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah ditetapakan tersangka oleh KPK.


Gesang Boediarso, Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim menandaskan jika Zainuddin Amali ataupun Partai Golkar tidak terlibat dalam dugaan suap Akil Mochtar.


Baca juga: Nurul Arifin setuju, lembaga survei harus terdaftar di KPU dan Inilah isi percakapan BBM Akil Mochtar 'atur' suap Pilgub Jatim


Apalagi, belum ada bukti jika Zainuddin Amali sudah menyediakan uang sebesar Rp 10 miliar dan menyerahkannya kepada Akil Mochtar.


“Silakan proses hukum berjalan. Kita organisasi yang patuh hukum. Untuk selanjutnya lihat nanti, kan kita gak bisa mendahului,” tegas Gesang Boediarso pada LICOM, Senin (20/01/2014).


Disinggung apakah pengurus DPP Partai Golkar sudah melakukan panggilan kepada Zainuddin Amali, Gesang mengaku hal itu belum ada. “Kalau itu kan gak bisa, kan belum ada proses hukumnya. Kalau kita mendahuluinya berarati kan kita salah,” imbuhnya.


Caleg DPR RI Dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo) ini menjelaskan, alur berpikir dalam kasus suap Mahkamah Konstitusi ada tiga.


Pertama, Akil Mochtar meminta uang kepada pihak Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa). Jika tak diberikan maka KarSa akan dikalahkan, berarti ada orang yang dimenangkan.


Kedua, lanjut dia, siapa pengacara yang sangat ngotot minta agar putusan sengketa Pilgub Jatim tetap diputuskan oleh Akil Mochtar, meski sudah berada di tahanan.


“Itu yang ngotot kan Otto Hasibuan (pengacara Khofifah-Herman). Ya harus diselidiki juga dong motifnya itu apa,” pinta Gesang.


Ketiga, Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sudah menang telak. Apalagi pada saat putusan, sidang sudah tidak dipimpin Akil Mochtar, melainkan hakim pengganti yakni Hamdan Zoelva.


“Apakah berani Pak Hamdan memutuskan bila prosesnya gak benar? Artinya, Pilgub Jawa Timur clear. KarSa menang telak 1,7 juta suara,” klaim Gesang.


Gesang pun meminta semua pihak tidak terprovokasi dengan sesuatu yang tak masuk akal. Kalau pun ingin bertarung kembali, ada saatnya pada tahun 2018 mendatang. “Ini sudah putusan, apalagi sudah final,” tutupnya.@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : Partai Golkar ngotot yakini Zainuddin Amali tak terlibat suap MK

0 comments:

Post a Comment