LENSAINDONESIA.COM: Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, dan Partai Golongan Karya (Golkar) adalah tiga partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2014 yang paling sering diberitakan negatif oleh media massa.
Hal tersebut terungkap dalam data hasil survei Pol-Tracking Institute yang bertema ‘Potret Geliat Pemberitaan Partai Politik Sepanjang 2013-Menangkap Tren Tone Berita dan Elektabilitas’.
Baca juga: Dahlan Iskan: Anas Urbaningrum itu masa lalu Demokrat dan Partai Golkar sepakat adanya regenerasi elite Parpol
Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda menuturkan, tren negatif pemberitaan ketiga Parpol tersebut terkait dengan kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat maupun kader dari tiga Parpol tersebut.
“Tren negatif ini menyangkut pemberitaan-pemberitaan kasus korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh dari Parpol tersebut,” ungkap Hanta Yuda di Morrisey Serviced Apartment & Hotel, Jakarta, kemarin.
Dalam data hasil survei ini, PKS menjadi Parpol paling negatif dalam pemberitaan-pemberitaan di sejumlah media massa sepanjang tahun 2013.
Partai pimpinan Anis Matta ini menempati posisi pertama dengan perolehan 23,87% suara responden, diikuti oleh Partai Demokrat dengan 20,53% perolehan suara responden.
Sementara Partai Golkar yang terafiliasi dengan media massa kepemilikan Ketua Umum mereka, Aburizal Bakrie tidak luput dari tren negatif pemberitaan dalam media massa. Partai Golkar menempati posisi ketiga dengan perolehan suara 19,10%.
Untuk diketahui, survei dilakukan dalam dua periode, yakni pada 13 September 2013-11 Oktober 2013 untuk periode survei pertama dan 16-23 Desember 2013 untuk periode survei kedua.
Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling yang dilakukan serentak di 33 Provinsi di Indonesia. Periode pertama melibatkan 2.010 responden dengan margon error +/- 2,19% pada tingkat kepercayaan 95%.
Kemudian pada periode kedua, survei melibatkan 1.200 responden dengan margin error +/- 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%.@yudisstira
sumber : PKS, Demokrat, dan Golkar jadi partai paling dibully media massa






0 comments:
Post a Comment