LENSAINDONESIA.COM: Pemilih legislatif 2014, warga Wonosari Wetan baru, kawasan pemukiman padat di Surababaya, sudah semakin sadar akan hak pilihnya untuk menentukan masa depan wakil rakyat di DPRD. Ini terpantau dari lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) sejak pukul 07.30 WIB, Rabu (9/4/14).
Pemilih di daerah pemukiman ini, banyak yang berdagang dan pekerja swasta. Tapi, yang perdagang pun tidak sedikit juga mengorbankan penghasilannya dengan libur berdagang demi ikut mencoblos. Mengejutkan, tidak sedikit yang mengaku menerima bagi-bagi uang dari sejumlah caleg.
Baca juga: Gerindra Jabar siapkan saksi tiap TPS dan Awas, masa tenang Pileg rawan politik uang!
Menurut Halilih (40) warga setempat, dirinya mendatangi TPS 41 sejak pukul 08.00 WIB, untuk memberikan hak pilihnya. Bahkan, dia sengaja mengorbankan penghasilan sehari, karena menghentikan aktivitasnya sebagai pedagang.
“Pemilihan ini memang menentukan masa depan kami lima tahun kedepan. Kami juga sudah mempunyai figur yang sesuai dengan aspirasi saya pribadi,” terang Halilih.
Disinggung adanya Caleg yang menawarkan sejumlah uang untuk memilihnya, dirinya tidak menampik hal tersebut. “Memang, banyak yang datang memberi sejumlah uang, karena kami tidak merasa meminta, ya… saya ambil. Tapi, masalah pilihan tetap saya punya pilihan sendiri,” lanjutnya.
Ketua TPS 41 sekaligus Ketua RT 016/ 07 kelurahan Wonokusumo Agus Wijinarko mengungkapkan, untuk mensukseskan Pileg, bersama staf RT, mendatangi rumah warganya memberi penyuluhan pentingnya dalam memberikan hak pilih
“Kami belajar dari pemilihan sebelumnya, dimana banyak warga yang tidak mencoblos (Golput) kami datangi setiap rumah warga bersama Staf, pentingnya memberi hak pilih, sedang untuk menentukan pilihannya sendiri, kami beri kebebasan pada warga,” terang Agus.@rofik
sumber : Warga Wonosari: Banyak yang beri uang, saya ambil, tetap pilih pilihan






0 comments:
Post a Comment