Thursday, 12 June 2014

Polrestabes Surabaya belum terima surat permohonan amankan Dolly


LENSAINDONESIA.COM: Pemkot Surabaya ternyata kurang serius dalam rencana penutupan Lokalisasi Dolly dan Jarak pada Rabu (18/6/2014) nanti. Pasalnya, hingga saat ini ternyata belum ada surat resmi permintaan pengamanan ke Polrestabes Surabaya.


Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta menegaskan pihaknya tetap akan melakukan pengamanan meskipun surat permohonan resmi dari Pemkot tak kunjung datang. Padahal, penutupan Lokalisasi Dolly itu akan dilangsungkan kurang dari seminggu lagi.


Baca juga: Komnas HAM ambil sikap terkait rencana penutupan Lokalisasi Dolly dan Kunjungan Komnas HAM tak pengaruhi niat Walikota Surabaya


“Penutupan Lokalisasi Dolly yang tinggal seminggu lagi itu hanya dilakukan secara simbolis. Rencananya akan dihadiri Menteri Sosial dan pejabat Pemkot Surabaya. Meskipun belum ada surat resmi untuk bantuan pengamanan, Polrestabes Surabaya tetap akan melakukan pengamanan,” jelas Kombes Pol Setija Junianta.


Disinggung mengenai kekuatan personel yang akan diturunkan, mengingat Lokalisasi Dolly terbesar se -Asia tenggara ini, dimana di kawasan prostitusi itu banyak banyak warga sekitar terdampak yang tidak setuju sehingga berpotensi ricuh, Kapolrestabes Surabaya mengaku masih menunggu hasil laporan anggota intelijen. “Tentunya saya masih menunggu laporan intelijen menjelang detik detik hari penutupan. Kalau ada gerakan perlawanan, tentu kami juga akan menguatkan anggota yang diterjunkan,” tambah Setija. @rofik


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript



sumber : Polrestabes Surabaya belum terima surat permohonan amankan Dolly

0 comments:

Post a Comment