LENSAINDONESIA.COM: Korban gempa dahsyat Nepal terus bertambah. Saat ini, tercatat 3.326 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 6500 orang terluka.
Ribuan warga Nepal memilih bermalam di luar rumah setelah gempa berkekuatan 7,8 SR yang juga menjadi trigger longsor di Gunung Everest.
Baca juga: Pendaki Indonesia yang hilang kontak di Nepal pengantin baru dan Gempa Nepal, tiga pendaki Everest asal Bandung belum bisa dikontak
Tenda besar bermunculan di ibukota Nepal, Kathmandu yang ketakutan kembali ke rumah dan gempa susulan.
“Kami tidak punya pilihan, rumah kami rapuh dan hujan merembes. Tapi apa yang bisa kami lakukan?,” kata penjaga toko berusia 34 tahun, Rabi Shrestha.
Ia terdengar putus asa dan tidur di pinggir jalan bersama keluarganya.
Misi penyelamatan dan bantuan mulai berdatangan pasca bencana terburuk selama 80 tahun terakhir.
Meski begitu, cuaca terlihat cerah sehingga helikopter bisa mengevakuasi 210 pendaki. Jalanan menuju pusat gempa juga sudah disiapkan dan tim penyelamat menuju ke lokasi.
Total, sudah ada 50 pendaki telah diselamatkan.
Upaya penggalian untuk mencari korban yang tertimbun juga terus dilanjutkan di Kathmandu.
Pejabat Kementerian Dalam Negeri, Laxmi Prasad Dhakal mengatakan para penyelamat dalam kondisi buruk setelah bekerja selama dua hari tanpa henti. “Kami akan kolaps,” keluhnya.
Darvas yang dievakuasi menggunakan helikopter ke Pokhara, 200 km dari Kathmandu, mengatakan hampir 1000 rumah di desanya telah hancur.
Di distrik Dhading, 80 km barat Kathmandu, masyarakat juga menginap di tenda di areal terbuka. Rumah sakit penuh dan listrik mati serta toko-toko tutup. Saat ini, kata PBB, sudah ada 14 tim medis internasional menuju ke Nepal. Dan 15 tim SAR internasional telah dikirim. @sita/bbc
sumber : Korban gempa Nepal bertambah jadi 3.326 orang






0 comments:
Post a Comment