LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan, kuasai pasar lokal sebesar 40 hingg a50 persen pada tahun 2017 mendatang.
Keyakinan ini didasari atas realisasi kenaikan aneka produk dalam beberapa tahun terakhir. Ditunjang kebijakan pemerintah yang mengharuskan pasar modern, memasukkan komoditi lokal, minimal 80 persen dari total item barang yang diperjual belikan.
Baca juga: Harga cabe melonjak, Pemprov Jatim imbau masyarakat alih konsumsi dan Proyek tol Surabaya-Mojokerto tersandera pembebasan tanah
Budi Setiawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur membenarkan trend positif dunia indistri tanah air. Kinerja perdagangan dalam negeri Jatim sejauh ini cukup bagus. Hingga triwulan III/2013 telah mencapai Rp 331 triliun.
Diperkirakan sampai akhir 2013, realisasinya mencapai Rp 335 hingga Rp 340 triliun, naik 19 persen dibanding tahun 2012 sebesar Rp 301,49 trilun. Sementara di tahun 2011, hanya berkisar Rp 249,59 triliun.
“Tahun ini, kami targetkan realisasinya bisa mengalami pertumbuhan sebesar 20 persen hingga 25 persen dari tahun 2013,” terangnya kepada LICOM. Minggu (19/1/2014).
Setelah melihat, besarnya kenaikan kinerja perdagangan dalam negeri Jatim setiap tahun, Budi yakin pada tahun 2017 dapatmenguasai pasar dalam negeri. Apalagi dengan terbitnya Permendag nomor 70, tahun 2013, tentang penataan pasar modern yang akan diberlakukan mulai tahun 2015.
“Potensinya sangat besar. Karena saat ini jumlah produk lokal yang masuk di pasar modern hanya 31 persen dari total item yang diperjual belikan disana,” tegasnya.
Optimisme tersebut juga ditunjang oleh keberadaan Kantor Perwakilan Dagang (KPD) Jatim di 26 provinsi. Kantor ini bertugas untuk menjadi lembaga promosi produk Jatim ke seluruh penjuru tanah air.
“Posisi Jatim juga cukup stragetis, berada di tengah dan menjadi pintu masuk barang ke Kawasan Indonesia Timur,” pungkasnya.@dony
sumber : Disperindag Jatim optimis, tahun 2017 kuasai pasar lokal






0 comments:
Post a Comment