LENSAINDONESIA.COM: Hujan yang mengguyur Jakarta terus menerus pekan ini, membuat sebagaian wilayah DKI Jakarta terendam Banjir.
Banyak warga yang mengeluhkan banjir, menyebabkan sebagian aktivitas terganggu. Di wilayah Kecamatan Cilincing, Kelurahan Semper Barat, Jakarta Utara ini, misalnya. Ketinggian banjir mencapai 50 Cm.
Baca juga: Awas, Pintu Air Manggarai Siaga I, Ciliwung meluap sejak dini hari dan BMKG: Sepekan ke depan Jabodetabek bebas hujan lebat
Warga Kelurahan Semper Barat ini tidak bisa bekerja, lantaran akses ke jalan besar tersendat dan terkepung banjir. Tidak cuma warga yang bekerja menggunakan sepeda motor, yang kesulitan. Warga yang biasa naik Angkot juga kesulitan, lantaran banyak Angkot yang tidak beroperasi.
“Saya gak bisa bekerja, karena akses ke jalan besar sulit, dan kagak ada kendaraan Angkot. Apalagi, busway koridor 10 hanya sampai BPKP, bingung jadinya gak bisa ke mana-mana,” Curhat salah soerang wartawan yang tak ingin disebut namanya kepada LICOM, Sabtu (18/1/14).
Selain itu, Nova Angelia, karyawati di PT GPI Logistics, mengatakan kaget datangnya banjir yang melanda kawasan rumahnya. Ia dan keluarganya tidak menyangka ada banjir, sehingga tidak mempersiapkan banjir yang biasanya melanda daerahnya setiap 5 tahun sekali.
“Agak shock. Soalnya saya kira gak akan banjir, karna biasanya khan 5 tahun sekali,” katanya.
Sementara itu, Guru yang biasa mengajar Kursus Bahasa Inggris anak-anak di Mall Of Indonesia juga tidak bisa bekerja lantaran jalanan tempatnya bekerja terendam banjir.
“Iya saya dapet SMS dari atasannya saya. Katanya, kagak usah kerja diliburkan, karena jalannan banjir,” ucap guru, Andhini di kediamannya.
Lain lagi, salah satu Ibu Rumah Tangga berumur 47 tahun sebut Ny Gina. Dia juga mengeluh tidak bisa belanja, padahal persediaan makanan semakin menipisnya. Tukang sayur dan roti yang biasa keliling di kawasannya pagi hari juga tidak muncul.
Ny Gina kebingungan, karena pasar-pasar di wilayah Semper Barat juga terendam banjir.
“Ya, bingung, mau masak apa. Gara-gara banjir, tukang sayur ama tukang roti gak ada yang lewat. Mau ke pasar, jalan kesononya juga banjir,” Curhatnya.
Diketahui, wilayah Kelurahan Semper Barat terendam banjir, selain disebabkan curah hujan yang terus terjadi, juga akibat limpahan air dari daerah Gading yang disedot, menyebabkan kali di Kelurahan Semper Barat meluap. @rina
sumber : Ibu-ibu Semper Barat Curhat sulit beli bahan pokok akibat banjir






0 comments:
Post a Comment