LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum ada bukti pendukung untuk membenarkan keterangan Rudi Rubiandini yang menyebut ada pemberian uang sebesar 200 Ribu dollar Amerika kepada Komisi VII melalui anggota komisi III fraksi partai Demokrat, Tri Yulianto.
“Yang sedang ditelusuri itu bukan tentang uang ke komisi VII, yang ditelusuri itu adalah benar tidaknya keterangan RR tentang pemberian THR ke
DPR. Sampai saat ini belum ada alat bukti yang menyimpulkan bahwa yang disampaikan oleh RR itu benar atau salah,” ujar Johan Budi di Gedung KPK,
Kuningan, Jakarta, Rabu (22/1/2014).
Baca juga: Johan Budi: Akil bisa diancam hukuman maksimal seumur hidup dan Setelah DPR RI, KPK obok-obok Kementerian ESDM
Hal tersebut pun berlaku sama tentang penerimaan uang dari bawahannya Gerhard Marten Rumeser dan Yohanes Widjanarko. Tentang hal tersebut, Johan
menegaskan masih dalam tahap validasi guna diuji kebenarannya. “Nah, itu tempatnya di pengadilan,” tegas Johan.
Namun apakah KPK saat ini sudah memiliki bukti yang kuat dalam dugaan penerimaan lain terkait dengan kasus SKK Migas, Johan belum dapat memastikannya. “Saya tidak tahu, itu sudah materi. Saya tidak difeeding penyidik untuk itu,” ungkap Johan.
Namun, Johan mengaku bahwa sampai saat ini kasus ini terus didalami, KPK pun tidak menutup kemungkinan akan mengusut penerimaan-penerimaan lain yang didapatkan Rudi. “kalau ada fakta-fakta yang menyebut mengenai uang-uang yang disebut itu akan didalami, akan divalidasi,” pungkas Johan. @rizky
sumber : KPK lakukan validasi keterangan Rudi Rubiandini






0 comments:
Post a Comment