LENSAINDONESIA.COM: Terkuaknya percakapan pesan singkat mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur antara ketua DPD partai Golkar Jawa Timur, Zainuddin Amali dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar menyisakan pertanyaan.
Pasalnya, jauh sebelum percakapan pesan singkat tersebut beredar luas, KPK sudah terlebih dahulu memeriksa Ketua KPUD Jawa Timur, Andry Dewanto
Ahmad pada 6 Januari 2014. Saat itu Andry mengaku ada pertanyaan kepada dirinya tentang Zainuddin Amali oleh Penyidik KPK.
Baca juga: KPK akan jelaskan 'proyek lain-lain' dalam pemeriksaan Anas dan KPK lakukan validasi keterangan Rudi Rubiandini
Meski demikian, KPK melalui Juru Bicaranya, Johan Budi, membantah bila pemeriksaan terhadap Andry kala itu berkaitan dengan penyelidikan KPK
tentang Pilkada Gubernur Jawa Timur.
“Sampai saat ini saya belum dapat informasi mengenai sengketa Pilkada di Jawa Timur. Pemeriksaan itu dalam konteks perkara di Mahkamah Konstitusi
yang ditangani Akil Mochtar, itu dalam konteks pasal 12b,” ujar Johan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (22/1/2014).
Johan melanjutkan, bahwa tidak ada kaitannya sama sekali kasus sengketa Pilkada di Jawa Timur dengan pemeriksaan terhadap ketua KPUD Jawa Timur.
“Saat itu diperiksa (Andry) untuk Akilnya, bukan tentang sengketa Pilkadanya,” tegas Johan.
Terkuaknya percakapan antara Zainuddin dan Akil memang menjadi bola panas yang terus bergulir. Pasalnya, jika hal tersebut benar terjadi dan berhasil
divalidasi KPK, pastinya daftar dugaan permainan Akil akan bertambah panjang.
Selain itu, dalam transkrip percakapan tersebut juga menyebut nama Bendahara umum Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal Partai
Golkar, Idrus Marham. Keduanya pun sudah diperiksa KPK, terkait dengan kasus Pilkada untuk tersangka Akil. Keduanya mengaku hanya ditanyakan mengenai tugas Pokok dan fungsi kedudukannya di partai Golkar. @rizky
sumber : KPK mengaku tak ada kaitan Pilgub Jatim dengan pemeriksaan KPU Jatim






0 comments:
Post a Comment