LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPD RI, Laode Ida menilai, Gubenur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) kaget dengan kondisi Jakarta yang mengalami kebanjiran.
“Rasanya ada semacam kekagetan ketika mengolah Solo sebagai kota kecil dengan mengelola Jakarta sebagai kota besar yang berbagai problemnya, khusunya masalah banjir dan kemacetan,” kata Laode Ida pada LICOM di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/01/2014).
Baca juga: PDI Perjuangan: Jokowi tak perlu minta maaf soal banjir dan Status bencana nasional pintu masuk bancaan dana cadangan
Menurut Laode Ida, Jokowi belum memiliki kehandalan dalam menajemen yang berkaitan dengan lingkungan terkait dengan bencana banjir dan kemacetan.
“Jokowi memang terbaik, secara sosial mampu mencoba merangsang daya pilih masyarakat, daya tarik masyarakat terhadap dia. Tetapi pada saat bersamaan, dia belum menunjukkan keterujiannya dalam mengelola lingkungan Jakarta secara baik, atau belum melakukan koordinasi untuk pembangunan fisik dan kewilayahan Jakarta,” tandas Laode Ida.
Laode Ida mengakui, opini publik akan menyatakan jika siapa pun yang memimpin Jakarta, termasuk Jokowi, akan menemui situasi ini dan tidak bisa langsung melakukan perbaikan.
Namun, Laode Ida kembali melontarkan penilaiannya jika Jokowi sebagai pemimpin belum menunjukkan daya sentuh yang signifikan untuk memastikan sebuah permasalahan tidak semakin buruk. Tetapi semakin teratasi dengan baik.
“Saya kira problem koordinasi yang kurang efektif dilakukan selama kepemimpinan di tahun kedua Pak Jokowi ini. Saya kira itu yang terasakan. Saya bagian dari pendukung Jokowi pada saat itu. Tetapi ini merupakan introspeksi kita semua sebetulnya. Daya pikat secara sosial seorang figur itu belum tentu sejalan dengan kemampuan dalam mengelola suatu daerah dengan baik,” pungkas Laode Ida.@endang
sumber : Laode Ida: Daya pikat Jokowi belum sebanding kemampuan hadapi banjir






0 comments:
Post a Comment